Catatan Sejarah (Juli 2012)
Catatan sejarah (Juni 2012)
Catatan Sejarah (Awal 2012)
Catatan Sejarah (November 2011)

Catatan Sejarah (Oktober 2011)

Kritik Atas Pimpinan PCINU Mesir

- Kalau memang tharekat tertentu yang merubakan bagian dari JATMANU adalah tharekat yang tidak sesuai dengan hati para pimpinan maka kami butuh penjelasan atas AD/ART PCINU Mesir?
- Tentang black campaign saya hanya butuh kejelasan; kalau memang tidak terbukti, maka kami butuh mediasi Dewan Kehormatan PCINU Mesir dalam memecahkan masalah ini. Akan tetapi jika hal ini terbukti, yaitu para pimpinan PCINU Mesir telah melakukan black campaign atas bagian dari JATMANU kami meminta para pimpinan PCINU Mesir meminta maaf secara terbuka dan merehabilisasi nama baik tharekat yang dirugikan. Atau kalau memang para pimpinan enggan dalam meminta maaf secara terbuka, kami meminta kepada para pimpinan untuk mundur secara tidak terhormat dari jabatan struktural PCINU Mesir.
Tentang Balas Budi dan Keluarga

Bencong Cairo

SEMOGA TIDAK TERULANG... Ala Partai

Catatan Sejarah (September 2011)

1. Nelfon puas, rindu lepas
rindu yang menggilas, berubah bak kapas
Semesta menyempit menghilangkan tutup
Meminta maaf atas segala yang kurang patut
(Semesta Rindu dan Maaf, 01.09.2011, Nasr City)
Rondi Zain, Maula Nazalul Haq Zain, Hisyam Zain, dll
2. *Dinamika Yang Tidur
Tidak tahu cara membangunkan atau bubarkan saja...
Sebenarnya kenapa wahai para pemuda ? ...
Apakah kalian lelah ? ...
Lelah mana dengan Suderman ? ...
Apakah kalian miskin ? ...
Miskin mana dengan para pejuang ? ...
(Asap-Asap Malam, 02.09.2011, Nasr City)
3. Silaturrahmi kultul adalah budaya bangsa Indonesia.
Sekarang nyaris lenyap karena gelombang besar silaturrahmi politis.
Anak-anak kecil dan mahasiswa yang sudah fanatik parpol.
Hanya ada dua alasan; alasan kader ideologis dan alasan kader biologis.
Selalu menjebak pemilik SDM yang lugu.
Anak-anak baru, penyandang mumtas, kandidat master hingga kandidat doktor.
(Haramnya Parpol di Luar Negeri dan di dalam dinamika Pelajar & Mahasiswa Indonesia, 04.09.2011, Nasr City - Cairo)
4. Pemuda Indonesia...
Bangkit dan isi kemerdekaan...
Bangkit dan kikis kebodoan...
Bangkit dan junjung tinggi moral...
Wahai pemilik tangan-tangan perkasa...
Ayo bersama-sama kita benai Indonesia...
(Pemuda-Pemuda Bangsa, 07.09.2011, Nasr City)
5. OjO dAdI wOngkAng rUmOngsO bIsO, dAdIO wOngkAng bIsO rUmOngsO... (11.09.2011, Rumah Budaya Akar)
6. Pagi itu saya mengikatkan seutas tali dengan tulang kambing yang baru disisat dagingnya. Saya berjalan dan saya seret tulang itu di tengah-tengan gerombolan anjing-anjing Cairo. Luar biasa ekpresinya, semua anjing mengejar saya kemudian saya lepaskan tulang itu dan saya biarkan para anjing berebut dengan rakusnya.
Saya hanya main-main pagi itu, dan saya juga tidak butuh tulang itu. ha ha...
(Dinamika Anjing-Anjing Cairo, 14-15.09.2011, Nasr City)
7. Bau anjing tetaplah BAU ANJING!
Mau memakai jubah atau jaket apapun tetaplah ANJING. Mau menjadi pemimpin apa pun tetap hakikatnya adalah anjing.
Duhai para memilik mental anjing... YANG MEMIMPIN atau YANG DIPIMPIN, silahkan berias dan habiskan parfum-parfum karena kami senantiasa tau bahwa kalian tetaplah anjing!.
(Percayalah pada Agama, Budaya, Rekonsiliasi, Demokrasi, dll akan tetapi jangan pernah sembarangan percaya pada pembual-pembual diksi suci... 16-21.09.2011, Papan Catur Dinamika - Cairo)
8. Cairo di pagi hari. Gerombolan anjing bermain-main di box sampah. Ada yang berpuisi, ada yang berkejar-kejaran serta ada yang beradu nada tinggi gonggongan.
Cairo tetap seperti sedia kala, akan tetapi rumah anjing-anjing Cairo menjadi negara propaganda. Inti dari kekawatiran yang melahirkan intrik busuk selalu mengepul dari ubun-ubun setiap menghuninya.
(Naluri Politik Anjing-Anjing Cairo, "Mengorbankan Buah Perjuangan", 22-24.09.2011, Khan Khalili)
9. -PINTER itu Mudah, tapi BENER itu Susah-
Kucing itu pinter mencuri tapi belum tentu bener, kenapa harus ada yang masih berpura-pura berdinamika, bersosial, bersastra, berbudaya, bahkan beragama?
Sementara mental penjilat, propaganda, penghianatan, melukai, membunuh masih belum terkikis dari dendrit-dentrit otat para pengaku budayawan, seniman, aktivis, penulis, bahkan agamawan!
(MPA -Majlis Propaganda Anggota- , 25.09.2011, Khan Khalili - Cairo)
10. Saya tidak mempermasalahkan apa pun, hanya mempermasalahkan oknum yang tidak menghargai proses.
Kenapa harus membedakan dan tiba-tiba ada pemboikotan atas A+ sementara masih ada A, A dan A yang lain? sebenarnya apa yang kawan-kawan Masisir kawatirkan? Saya menjadi sangat bingung jika yang dianggap Pendekar, Budayawan, Seniman, Sarjana, bahkan Agamawan telah melakukan diskriminasi akibat gagap pengertian dan hanya mendengar dari kuping tetangga.
(Sebatas dan Sekolot Apa Pemahaman Anda? , 26.09.2011, Khan Khalili - Cairo)
11. -Cuci Tangan-
Cuci tangan tidak harus memakai air, akan tetapi dengan mulut pun jadi. Madzhab kucing dan anjing!
Heran dengan para pimpinan yang membuka aib rumah tangga organisasi sendiri hanya karena sentimen dan dendam pribadi.
Ternyata strata pendidikan Doktoral tidak menjadi fasilitas penting dalam merubah pola berfikir dan berakhlak. Masih saja, nyonggros dan menyebar kabar bohong dengan maksud merusak citra anggota lembaga organisasi gagasan Hadratu Sheikh...
(Dosa.. Sungguh Dosa!, 27.09.2011, Khan Khalili)
12. -Berpura-
Mendekati Pemilu Mesir, orang-orang Wahabi, IM serta kelompok-kelompok yang sebelumnya menyebut Husain sekarang beralih menjadi Sayyidina Husain. Kalau pun hal ini adalah upaya politis akan tetapi cukup menarik untuk kita analisa.
Rakyat Mesir secara mayoritas sangat mencintai Ahl Bait, demikian halnya dengan mayoritas masyarakat Indonesia. Ketika melihat Al-Azhar pun jadi teringat pada NU gagasan Hadratu Sheikh Hasyim Asy'ari.
(Perwajahan & Topeng, 28.09.2011, Taman Surga - Cairo)
13. -Rindu-
Nyanyian-nyanyian Surga mulai merayap dan masuk pelan-pelan sambil menggoyangkan hati yang terlelap tidur. Agak enggan bangun disepanjang siang dan petang, meski demikian Pawang Hati senantiasa tulus mengobati.
Menunggu Maulid Sayyidina Ahmad Badawi. Berduyun-duyun meramaikan dengan tulus hati. Sebentar lagi akan menyaksikan lampu-lampu dzikir yang semakin mesra.
(Happy Birthday Maulana, 29.09.2011, Taman Surga - Cairo)
14. -Yang Terindah-
Daun-daun pepohonan senantiasa melambai-lambai sepanjang hari. Ikan-ikan berkejaran sambil menikmati percikan-percikan air kala senja. Manusia-manusia berbondong mencari candu-candu penguat ruh disetiap waktu.
Saya jatuh cinta, dengan tempat yang Maha Indah. Ini hanya satu dari sekian yang tidak bisa saya katakan. Duhai Yang Mulia, terima kasih atas semua.
(Candu Semesta, 29-30.09.2011, Taman Surga, Mazra'atul Kiram)
Catatan Sejarah (Agustus 2011)

1. DEBAT KANDIDAT... Keliling Zagaziq-Tahfana-Mansoura-Tanta tetap menjadi bagian paling indah dalam puasa Ramadhan tahun ini. Hangatnya silaturrahmi... hantarkan Masisir penuh mimpi... (Dua Ramadhan, 020811)
2. Menikmati PROSES, demi peningkatan KUALITAS HIDUP... (Demi Nil dan Langit Cairo, 050811, Cairo City)
3. Terima kasih atas partisipasi kawan-kawan pelajar dan mahasiswa dalam demokrasi PPMI. Siapapun presidennya pada dasarnya adalah baik dengan catatan APBO dan Haluan Organisasi tidak ada kepentingan Parpol PKS atau lainnya. Semoga pasangan terpilih benar-benar utusan independen mulai dari ide, gagasan, proses pemilu serta kebijakan dan realisasi program setahun ke depan. (Demokrasi PPMI bukan Demokrasi Parpol, 080811, Wisma Nusantara - Nasr City)
4. Menikmati musik Jazz di Ahmad el-Syauqi Museum dengan angin malam musim panas yang semakin sejuk sungguh tiada duanya... (Summer Time, 080811, Dokki City)
5. Ramadhan di Cairo... Begitu banyak kegiatan... Kepada teman-teman aktivis mahasiswa semoga semuanya dimudahkan dan dilancarkan... (Peningkatan Kualitas Hidup, 110811, Tahrir City)
6. Pemuda yang sadar karena akal sadarnya jauh lebih baik dari pada mereka yang berfikir, mencari gagasan serta melakukan tindakan yang didorong atas doktrin komunitas atau karena salah dalam memahami konsep ibadah dan pahala. (Domba-Domba Tersesat, 130811, Nasr City)
7. هنا نفرح ... هنك نفرح ... في اى مكان نرح ... هنا نفرح ... هنك نفرح ... في اى مكان نرح ...
8. ل , يدان ... يمنى و يسرى ... في كل يد , خمس أصابع ... هي الإبهام , السبابة ... الوسطى , البنصر الخنصر ...
(يغيب القمر , 150811 , قطامية - حلوان )
Hisyam Sabana , Nesa Sabena
9. Saya bangga berdarah Indonesia. Kepada para pemuda Indonesia, ayo kita bersama dan serentak dalam membangung bangsa kita, Bangsa Indonesia. Tidak cukup hanya mengikuti upacara pengibaran serta penurunan Sang Saka, Indonesia membutuhkan lebih dari itu dalam mengisi kemerdekaan dan dalam memperjuangkan eksistensi negara tercinta kita Indonesia. (17-17 Ramadhan-Agustus, Puskin - Dokki City)
10. Ibarat benang yang kusut. Sudah setahun mengurainya. Mungkin butuh waktu yang lebih banyak. Hanya satu hal yang menjadi pertimbangan paling utama dalam menjalani semua. Harus cukup sabar. Tapi juga sudah mulai bimbang. Rethinking... Refeeling... (180811, Nasr City)
11. Ingin menghirup udara di tepi pantai. Ingin naik gunung yang hijau. Ingin bermalam bersama api unggun. Ingin makan marmut bakar. Ingin bersama kalian. Semoga kalian di sana baik-baik saja. Kita sama-sama rindu. Tenang saja para sahabatku di sana... Tuhan cukup adil, jika sudah memungkinkan semuanya kita akan lalui bersama, hobi kita dan kebersamaan kita. (190811, Niel River - Tahrir City)
12. Hidup itu harus berani. Terinspirasi dengan 9 telur bebek dan 1 telur elang yang ditetaskan oleh induk betina bebek. Ternyata karakter dan pola hidup telur elang setelah menetas persis seperti bebek-bebek kecil lainnya. Hingga akhirnya anak elang melihat pola binatang yang memiliki struktur tubuh yang sama dengan ia akan tetapi karakter dan pola hidupnya berbeda. Perjuangan keras ... (190811, Dokki City)
Lee Sien, Ishlah U Darussalam, Mahrus Ismail, Muhammad Hasan, Jolodong Bodong
13. Selamat jalan buat saudari Nina Husna, semoga selamat sampai tujuan dan bahagia di Indonesia... amien. Tetap semangat dan kompak selalu... Do'a kami menyertaimu...
Juga buat saudara/i Ishlah U Darussalam, Abdullah Munif, Durroh Nisincar, Umi Rosyidah, Susma Wati, Ika Sa'adah, dan Silvia... kompak selalu yah... :)
Titip salam buat Saifudin Zuhri + Aniqoh Qoh serta Pak Yai Sahlan dan keluarga semua... Semoga menjadi keluarag yang SAMARA... :)
14. Perpisahan tidak perlu air mata, yang terpenting adalah do'a. Bertemu kemudian berpisah adalah hal yang sangat biasa dan sederhana.
Semoga semua restu menyertai kita semua, amien... (220811, Cairo Airport)
15. ketika laut dan langit biru...
ketika indah stanley menyentuh kalbu...
terasa diterbangkan perasaan yang menderu...
diantara sepi tanpa suara kecuali kata kalbu...
(flaying whithout wings, 250811, Prasasti dan Nisan Alexander The Great)
16. Luar biasa malam ini...
Bersama dengan orang-orang hebat penuh mimpi...
Bukan hanya menghabiskan segala sesuatu di tataran fana...
Karena urusan dunia bukanlah segalanya...
Bertebaran do'a-do'a menuju langit yang membelah malam ini...
Para penghuni bumi semarak dalam lantunkan nyanyian puji...
(Demi Langit Yang Cerah Malam Ini, 270811, Alexandaria)
17. Canda tawa diantara langit dan bumi bersama Ramadhan Kareem, Muhammad Tabrani Basya, Abdullah Munif, Ishlah U Darussalam, Ahmad Muzaini, Lakuning Lintang, Durroh Nisincar, Fatchul Machasin, Vahrul Adhi, Mbah Jafar Buedjoe, @Nat Azizah...
(Menikmati malam 28 Ramadhan, 280811, Nasr City)
18. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 4 3 2 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
19. Gema Takbir Akbar... GETAR... Menggema di Angkasa...
Sangat puas dengan penampilan-penampilan anak negeri dari Sabang hingga Merauke. Semoga dengan moment GETAR menjadi wujud nyata dari cita-cita Sumpah Pemuda.
(Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia, 300811, American Future - Nasr City)
20. Halal bi halal masyarakat Indonesia di Cairo terasa cukup hangat... Sangat rindu dengan para keluarga... Sangat rindu dengan Tuan Guru... Sangat rindu dengan El-Fajr...
Maafkan segala salah... Meminta maaf segala salah...
(Rindu-Maaf, 300811, Masjid ASSALAM - Nasr City)
Catatan Sejarah (Juli 2011)

1. Matahari tepat di atas para manusia dan tumpukan mayit-mayit bumi. Bumi pun semakin pandai merias diri hingga sering memikat hati. Bergerombol-gerombol pecandu cinta bernyayi dan lantunkan lagu-lagu puji. Semakin mendekatkan diri kepada Lentera Hati adalah obat abadi. Nadrah wa Madad Ya Sayyidina Maulana Imam Husain... (040711, Khan Khalili - Cairo)
2. Aku tau dibeberapa hal tertentu kau lebih kuat dari padaku. Tapi tidak berarti konflik sosial tidak untuk tidak dipecahkan. Tidak hanya kontak sosial yang perlu dievalusi akan tetapi merangkul kembali para memilik hati sungguh sangat berarti. Semuanya sudah kita sampaikan kepada Sayyidina Husain ra, mudah-mudahan wasilah kepadanya dipermudah semua. (Khan Khalili, 050711, Cairo)
3. Tiga hari yang lalu sangat ramai. Ada konser di dalamnya penuh puji atas keagungan hamba terpilih. Sekarang tampak lenggang mungkin karena mata saya yang baru punya batas pandang. Nadrah wa Madad... Shila ya Sayyidina Husain ra. (Melebur Rindu, 070711, Khan Khalili - Cairo)
4. Perjalanan malam ini, cukup membuat suasana menjadi berdebar. Hampir semua distrik ada taftis/pemeriksaan. Meskipun demikian malam Cairo tetap indah dan akan selalu indah. Lampu-lampu kerucut menyambut Bulan Suci seolah-olah penuh sorak-sorai. Demikian halnya dengan langit, membentang luas seolah senyum lebar menunggu Ramadhan tiba. (Baik-baik disana, 080711, Ramsis - Cairo)
5. ربنا اغفر لنا ولإحواننا الذين سبقونا بالإيمان , ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا إنك رءوف رحيم , اللهم افتحلنا أبواب الرحمه ونجحنا في كل حلات و في كلي إمتحانات ... أمين
6. Aku hanya hamba yang sangat kecil di depan-Mu, akan tetapi aku tidak takut dengan neraka-Mu serta tidak tamak pula pada surga-Mu. Aku hanya mencitai-Mu karena Kau adalah Tuhanku. Aku mencintai Rasul karena Baginda adalah tangan-Mu, Aku mencintai Sayyidina Husain karena beliau adalah wali-Mu, Aku mencintai seluruh rasul, nabi dan wali-Mu. (*Ubaidillah - Larut Rindu, 090711, Azhar Park - Cairo)
7. Khan Khalili begitu ramai... Di depan restoran dan cafe pada bersorak sorai... Semuanya tampak bahagia dan tidak sedikit yang bernyayi... Nyanyian puji tiba-tiba terdengar cukup keras tepat di samping Penjaga Hati... Beberapa suara lirih dan penuh pinta terus terucap seolah ombak yang tanpa tepi... (Nadrah wa Madad ya Sayyidina Imam Husain ra, 110711, Taman Surga - Cairo)
8. توسلنا ببسم الله ... كذا اسمائه الحسنى # وبالنبى المصطفى ... حبيب الله رسول الله # بأهل بيته الشرفا ... وعترته هم الكرماء # واصحابه خواص الله ... بأهل البدر يا الله # كذا باولياء الله ... وكل عارف بالله . (نظرة و مدد .120711 , القاهرة) ب
9. اليوم ميلادك وأنا فيه موعود... يا شيخي يا سيدي يا حبيبي... الكون ونجومة على حبك شهود... كل المجرة تعرف ان مرادي… اليوم ميلادك وانا اليوم مولود… مدام حبك حب والنبض هادي . (Happy Birthday , 130711 , الأرض الكرام - الإسكنذرية)
10. السلام على يا وجه الجميل سيدنا محمد , وكذا لسيدنا أبى بكر مبيد الجاحدين , وكذا سيدنا عمر ولى الصالحين , ولذى النورين رأس الناسكين , وكذا لسيدنا على السمي يقينا , وكذا لسيدنا الحسنين خير العلمين , ولكل أصحاب والتابعين وتابع التابعين أجمعين . (نظرة ومدد , 160711 , حديقة الجنة – القاهرة)
11. Egypt will stay until whenever. Niel river to witness how God will always keep the Egyptians because of the prayers of the Ahli el-Baith. We and the moon always want to enjoy the full flavor of the existence of beloved Egypt. I, you and they really loved Egypt. (Niel River, 160711, Tahrir - Cairo)
12. Kecenderungan dan minat sudah tampak jelas. Sangat kentara dan sudah ada komitmen. Big Dream sering meledak-ledak dan tidak terhenti hanya pada illusi mimpi. Great Attitude yang masih kurang dari harapan, kenapa masih sering membedakan dalam bertindak? Bukankan berprilaku sopan kepada satpam jauh lebih susah ketimbang berprilaku sopan kepada ortu. (170711, Nasr City - Cairo)
13. Jalur lalu lintas dipotong, lebih dari 5 nadi penting transportasi tidak difungsikan. Puluhan barak-barak perkemahan hingga diantaranya ada yang didirikan di depan pertokohan. Baliho cukup besar bertuliskan الشعب يريدمحكمة مبارك, menandakan semangat rakyat yang terus berkobar menuntut keadilan. ( تحي مصر , إحفظ مصر 180711, Medan Tahrir - Cairo)
14. Perjuangan untuk kita teruskan, bukan untuk kita korbankan... Tidak berarti mempersempit ruang gerak politik, akan tetapi apakah menuju untuk sedikit lebih baik adalah masalah yang pelik?... (Malangnya Negeriku, 200711, Niel River-Cairo)
15. Kuliah umum oleh DR. Oman Fathurrahman (Dosen Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Yumi Sugahara, Ph.D (Dosen Filologi Islam Nusantara Osaka University) tentang Penguatan Kajian Islam Nusantara bersama kawan-kawan Lakpesdam Mesir, Pcinu Mesir & kawan-kawan aktivis intelektual Masisir. (210711, Nasr City - Cairo)
16. Demokrasi... Semoga seperti bisik hati nurani...
Dari Pelajar, Untuk Pelajar dan Oleh Pelajar...
Semoga secepatnya sampai pada titik rekonsiliasi...
Berhenti mencaci, menghina dan mencibir...
Duhai miniatur negeriku yang masih sakit...
Segera bangun, buka mata dan bangkit...
(Miniatur Negeriku, 230711, Prasasti Sy. Shalahuddin El-Ayubi - Cairo)
17. Dialog Kebangsaan tadi malam sedikit banyak memberikan pandangan baru dan penyegaran kepada semangat-semangat yang sudah layu. Semangat yang dikobarkan oleh Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA, KH. Hasan Abdullah Sahal, KH. Kafrawi Ridwan, MA, dan Bapak Burhanudin semoga menjadi pertanda bangkitnya generasi muda. (240711, Sholah Khamil - Cairo)
18. Bapak Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M. Phil membawa Peradaban Islam atas instrumen-instumen Aqidah, dengan sumber inti al-Qur'an dan al-Hadist. Sementara Bapak Adnin Armas MA. lebih kepada teorisasi tentang konsep Hermeneutika yang dianggap tidak mampu mewakili makna al-Qur'an. (Seminar Pemikiran Islam INSIST, 250711, Shalah Kamil - Cairo)
19. حضر عمرو موسى بمؤتمر جامعة النهضة , "المصريون بالخارج ... نحو غد أفضل" . بعض المصريين لا يحبونه لأن هو إحدى وزير في عصر مبارك , وبعضهم يحبونه لأن العلم السياسة عمرو موسي أحسن المصريين . (دار الضيافة , 270711 , عين الشمش - القا هرة)
20. Baliho-baliho di jalanan bertuliskan "مرشح رئاسة الجمهورية عمروموسى" memberi warna sendiri untuk demokrasi di Mesir. Komentar beberapa kawan-kawan Lakpesdam Mesir disela jalan-jalan dan mancing bersama cukup inovatif. Ada yang mengatakan Amr Musa cukup diterima, ada juga yang mengatakan tidak diterima untuk mejadi pemimpin Mesir mendatang! (Akhir Buhairah, 280711, Qanatir - Qulyubiyah)
21. Selamat atas suksesnya launcing sekaligus bedah novel AYA SOPHIA karya saudari Nina Husna. Semoga karya-karya terbaik dan terbarunya segera mewarnai serta merubah pola berpikir-bertindak yang semakin berkualitas. (Wisma Nusantara, 290711, Nasr City - Cairo)
22. DEBAT KANDIDAT wilayah Cairo... pertanyaannya renyah dan gurih... membangunkan semangat awal Tarawih. (Pasanggrahan KPMJB, 310711, Nasr City - Cairo)
Ada Apa Dengan Dinamika?

Nur Fadlan
Ketua BPA PPMI 2010-2011
Dinamika Masisir sedang tidur panjang dan pulas. Ada apa sebenarnya? … Pelajar dan mahasiswa Indonesia di mesir disadari atau tidak sedang lesu dalam berbagai hal. Tidak hanya di ranah intelektual, di ranah jurnalistik serta pergerakan sosial yang lain penulis rasa tidak ada perkembangan yang signifikan.
Dewasa ini sangat berbeda dengan 7 tahun kebelakang. Masisir sedang terjangkit banyak virus sosial yang diakui atau tidak turut serta dalam mempengarui dinamika Masisir. Kalau dulu di setiap tahunnya pelajar dan mahasiswa lebih sibuk dalam realisasi karya ilmiyah atau karya seni budaya yang memiliki nilai yang tinggi. Sekarang alam pelajar dan mahasiswa di Mesir sudah berbeda. Pelajar dan mahasiswa lebih ansyik di depan layar komputer dan berselancar dengan fasilitas dunia maya yang bersifat akdiktif, facebook misalnya. Sudah ribuan pelajar dan mahasiswa yang merelakan diri berpuluh-puluh jam hanya untuk bersenggama dengan facebook dalam sehari.
Jejaring sosial yang memiliki dampak luar biasa ini menjadi salah satu sebab kenapa dinamika Masisir ternina bobokan?. Facebook adalah kawan dan lawan. Kalau memang lawan maka perlu kita perangi dan kalau memang adalah kawan maka perlu untuk kita cintai. Kurang lebih 99% pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir memakai fasilitas ini. Bisa dipastikan bahwa membaca, menulis, menganalisa, kritisme, meningkatkan kuwalitas hidup, peka sosial nyaris sudah dimadu dengan facebook yang cantik.
Bagaimana Dengan Dinamika? …
Yang jelas, seperti yang pelulis paparkan di atas, bahwa Masisir sedang malas dan nasib dinamika semakin lemas. Dinamika mengalami kemunduran drastis. Antara tahun ini dan tahun 2005 dinamika anjlok dan semakin anjlok. Kualitas apa pun itu menurun drastis, mulai dari sadar intelektual, sosial-budaya, seni, jurnalistik, kritisme, peka dan lain sebagainya. Hanya ada beberapa prestasi diantaranya anak baru yang mempunyai nilai bagus di bangku kuliyah. Akan tetapi perlu diketahui rekan-rekanita… tidak bisa kita melepas diri dari kehidupan di lingkungan kita. Kalau kita benar-benar ingin menjadikan Mesir sebagai tenpat untuk belajar, apa pun itu… tentunya tidak cukup hanya mengandalkan intelektualitas yang hanya bersumber dari diktat-diktat kampus. Universitas kesayangan kita, Al-Azhar hanya memberi kunci keilmuan dan pengembangannya tetap dikembalikan kepada diri kita masing-masing. Sehingga tidak cukup dengan diam, atau menghafal diktat belaka, kita adalah masyarakat sosial, harus peka dan selalu bergumul dengan masyarakat sekitar sebagai pertanda kita mampu mengembangkan macam ragam kecerdasan yang ada di otak kanan dan kiri.
Kita tidak perlu ingin jadi apa-apa, tapi kita harus siap untuk menjadi apa saja. Menjadi Presiden RI harus siap, karena produk lama yang pernah belajar di Mesir telah membuktikannya. Menjadi Ketua MPR harus siap, karena SDM cetakan alam Mesir pernah membuktikan juga. Menjadi Gubernur, Wali Kota, Bupati, Camat, Kepala Desa, Mufasir, Ahli Ushul, Muhadist, apalagi kalau hanya sebagai ustadz mutlak kita harus bisa.
Dinamika kita mati suri. Untuk menghidupkannya lagi tergantung tangan kita, apakah kita mau hidup atau mati? Kalau memang kita tidak ingin menghidupkan ya sudahlah bubarkan saja semua dinamika yang ada di Masisir. Kalau pun ada dan hanya setengah-setengah bubarkan pula tidak menjadi apa … Dari pada kita setengah-setengah tidak akan ada hasil yang signifikan. Negara kita adalah negara yang sangat luas dengan konflik dan masalah sosial yang beragam, kalaui hanya setengah-setengah mending buburkan saja apa pun yang mengatasnamakan dinamika dan kita tinggal bersiap-siap menjadi sampah atau buih ditengah-tengah negara tercinta Indonesia.
Solusinya …
Pasca revolusi Mesir dan pasca evakuasi Masisir, alam pelajar dan mahasiswa Indonesia berubah drastis. Tampak sudah lelah dengan dinamika dan proses kematangan hidup. Orientasi sebagai elit intelektual banyak yang tergeser dan berubah. Lebih suka dengan santai dan glamor. Yang alay makin alay dan yang disorientasi semakin jauh dari orbit kemahasiswaan. Skill kemahasiswaan dan kepemudaan dikubur dalam-dalam karena cukup pahit jika membeli buku-buku sementara bros, sepatu, tas, jam tangan, fashion baju yang semakin berkembang menggilas paradigma pelajar dan mahasiswa.
Life style memang sedang meledak. Di samping memang dinamika sedang surut kualitasnya tampak di sisi lain pola hidup serta alam pikir pelajar dan mahasiswa sedang berubah. Tidak ada cara apa pun untuk membangkitkan lagi kecuali hanya dengan tangan kita dan serentak. Yang konsen di kajian silahkan konsen meneliti tanpa mengenal lelah. Yang ada di organisasi silahkan mendewasakan organisasi supaya semakin memiliki bargaining. Yang ada di jurnalistik tolong sedikir profesional dalam kualitas dan waktu. Yang ada di seni budaya, silahkan perdalam wawasan seni budaya supaya pameran dan pagelaran seni budaya yang tunasnya dari pelajar atau mahasiswa bisa kita nikmati kembali.
Jika kalian merasa lelah? Kami pun lelah. Jika kalian serba kekurangan? Kami pun sama. Tidak ada orang lain yang membangkitkan dinamika Masisir melainkan kita. Dinamika ini milik kita dan demi masa depan kita.
Pamungkas …
Mari kita gerakkan dinamika dengan tulus. Atas nama pelajar dan mahasiswa Indonesia, ayo semangat, bangkit dan berkembang… Mesir adalah sekolah kita, sekolah kehidupan kita. Tidak hanya Al-Azhar, Alhamdulillah … Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk belajar kepada Mesir. Jangan pernah lihat kekurangannya, kita hendaknya senantiasa melihat kelebihan Mesir supaya kita terus terpacu sehingga roda-roda dinamika bergerak cepat hingga mengantarkan kita pada cita-cita.
Tanpa menunggu siapa pun, tanpa menunggu dari mana pun, dan tanpa menunggu kapan pun. Dinamika milik kita, terserah kita sebelum dinamika benar-benar diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang suka mempolitisir, yang suka pencitraan, yang suka diskriminasi, yang suka black command, yang suka nepotisme, yang suka kampanye, yang merasa paling benar sendiri, yang merasa paling sumul berislamnya, yang parpol, yang PKS, yang PDI dan yang lain…
Dinamika milik kita; dari kita, oleh kita dan untuk kita! :* []
Cairo, 08.09.2011




