Welcome to Nur Fadlan Blog

Catatan Sejarah (November 2011)


1. -Satu Tradisi-

Pola canda yang sama. Logika dan bangun rancang yang serupa. Faktor komunitas yang memiliki tradisi kuat serta mengakar.

Semuanya belum final. Pembentukan pribadi tetap menjadi pilihan. Sepanjang tahu dan mampu mencapainya.

(Pembentukan Tradisi Diri, 02.11.2011, Nasr City)

2. ‎-Happy Ied-

Ied yang sempurna. Dirayakan penuh arti. Bersama para saudara sejati. Ciuman dimana-mana. Sungguh Ied terbaik sepanjang ini.

Tidak ada yang masam. Semua expresi atas cinta. Anak-anak, muda dan yang tua semuanya atas dasar cinta. Terima kasih tiada terkira kepada Junjungan Hati Tercinta.

... Selamat Hari Raya Kurban ...
Kepada semua malaikan di langit, kepada semua nabi dan wali di bumi, serta kepada semua teman-teman atas cinta dan satu cinta.

(Malam dan Ied Penuh Cinta, 05-06.11.2011, Taman Surga - Mazra'ah Kiram)

3. ‎-Banjir Makanan-

Di Cairo daging tercecer di mana-mana dan harus dimakan, ternyata di propinsi lain pun sama. Zagaziq always in memorian, tentang canda hangat kawan-kawan dan bakar-bakar satenya.

Salam ta'dhim kepada penjaga kota Zagaziq, Sheikh Mutawali Sya'rowi beserta Wali Kondang - Wali Qutb, Sang Waris Muhammadi Sayyidina Maulana Sheikh Ahmad Badawi yang senantiasa menerangi Jagad Raya.

(Makanan Perut & Makanan Ruh, 09-11.11.2011, Taman Surga - Kediaman Aba Abdul al-Aal, Tanta)
Sapa: Syaikhotul Mualimin, Aan Subhan, Mas Mukarrom, Ishlah U Darussalam,Bujang Kelana, Herry Talaohu, dll. para pecinta Waris Muhammadi.

4. ‎-Malam Ini-

Gerimis Cairo semakin merapatkan hati. Diwan-diwan cinta pun dilantunkan oleh bidadari-bidadari surga. Mengiringi salam ta'dhim serta senantiasa terus menunggu uluran tangan Sang Pemimpin tercinta. Duhai sang kekasih dan pujaan hati, Nadrah wa Madad.

Madad Ya Kurata Kuli al-Aini... Madad Ya Al-Karimah al-Adhimah al-Raisah al-Sayyidah Zainab Radiyallah Anha.

(Cinta Ini, 13.11.2011, Taman Surga - Kediaman Sayyidah Zainab)

5. Cairo semakin dingin. Bersamamu adalah kehangatan. Saya tidak akan mampu melupakan walau hanya satu jengkal dari perjalanan cinta ini.

Madad ya Sayyidana Maulana Imam Husain...

(Cinta.. Cinta.. Cinta.. Saya Hanya Ingin Cinta, 17.11.2011, Taman Surga - Kediaman Sayyidina Husain)

6. PARIPURNA

Diremas sampai habis sarinya. Dirasakan hingga pekat keluh lidah. Lambung pun penuh. Giliran sang akal menolak fantasi-fantasi lebih tinggi. Memang ada batasnya dan terbatas.

Terhenti. Kenapa yang begitu menggiurkan harus terhenti? ... Ternyata salah. Akal terbatas, sementara Hati memiliki volume yang lebih luas.

(Ambang Batas Rasa, 24.11.2011, Nasr City)

Read More

Catatan Sejarah (Oktober 2011)



1. ‎-Pesona-

Berawal dari pandangan pertama. Saya mulai tahu ada keagungan besar dalam diri dan jiwamu. Kau adalah solusi hidup dan kehidupan.

Sajianmu seperti mawar. Berduri serta dijauhi kemudian dikerumuni setelah indah dan mewangi.

(Lentera Zaman, 03.10.2011, Taman Surga - Darrasah)

2. ‎-Lupakan-

Rasanya tidak kaget sama sekali jika mendengar Gus Dur diturunkan dari kursi Presiden RI. Demi kebenaran sosok yang disegani oleh banyak masyarakat Indonesia bahkan dunia rela menanggalkan status kepresidenan.

Melupakan hal kecil demi kebenaran adalah awal dari titik terang. Kebutuhan dan kepentingan manusia begitu beragam, akan tetapi kebenaran adalah hal yang perlu dibela mati-matian.

(Gus Dur, Pejuang Minoritas, 06.10.2011, Taman Surga - Tahrir)

3. Selamat jalan buat kyai Absor Nadya... :)

Semoga setelah di Tanah Air menjadi sokoguru Islam Cinta. Semangat, demi kesuksesan kita semua... amien.

(Kata Mesra, 08.10.2011, Mator el-Khahirah)

4. ‎-Pemahaman-

Kenapa ada perbedaan? tergantung sebatas mana seseorang dalam memahami agama.

Wahabisme! ada dua kategori, Wahabi yang dimaksud para pengikut setia Muhammad bin Abdul Wahal serta Wahabi al-Manhaji (metodologi).
Kelompok yang hanya mendewakan buku, buku yang dianggap final tanpa memahami cara memuliakan para Sahabat dan Ahl Bait maka tidak mengagetkan jika sintesisnya adalah menyatakan Sayyidina Mu'awiyah dianggap mati kafir.

(Salah Paham atas Ahli Surga, 10.10.2011, Taman Surga - Khan Khalili)

5. ‎-POLITIK-

Keadaan negara sedang sulit. Peran fungsi pucuk pimpinan sedang dikoyak dan terpaksa harus mengeluarkan kebijakan-kebijakan darurat.

Mesir akan selalu dijaga oleh Allah Swt. amien...

(Pra Pemilu, 12.10.2011, Cairo)

6. ‎-Happy Birthday-


Sanah Helwah ya Maulana, Sayyidina Ahmad Badawi... Nadrah wa Madad...

(13.10.2011, Taman Surga - Mazra'ah)

7. ‎-JAGA DIRI-

Obrolan bersama kawan-kawan kabinet Ppmi Mesir intinya; jaga diri, saling menjaga melihat keadaan Mesir yang masih labil. Saling mengingatkan dan saling menjaga...

(Pemuda Indonesia, 18.10.2011, Mabes DPP PPMI)

8. Mohon maaf kepada para penumpang 80 coret. Bapak-bapak dan ibu-ibu Mesir, kawan-kawan mahasiswa serta terkhusus akhwat-ahkwat Indonesia yang kebetulan berdiri pas di belakang saya. Saya tidak berniat merusak suasana menjadi mencekam hanya karena pisau hArOmI, saya hanya sedikit melakukan pembelaan diri atas kesewenang-wenangan para hArOmI.

(Karena Rawan Pencuri, Selalu Jaga Diri, 19.10.2011, Awal Makrom)

9. ‎-Happy Birthday-

Ribuan manusia tulus lantunkan puja-puji. Berbaris panjang membentuk saf-saf cinta. Merasakan cinta-kasih bersama para saudara/i sejati. Sela Sidi Ibrahim Dasuqi, Sidi Ahmad Badawi, Sidi Musa Abu Umran, Sidi Mujahid, Sidi Abdul Aziz para qudwah kita.

Sanah Helwah ya Maulana, Sayyidina Ibrahim Qurasyi Dasuqi... Nadrah wa Madad...

(Sahibul Farah Abal Ainain, 21.10.2011, Taman Surga - Dusuq)

10. ‎-Selamat-

Buat saudara tercinta Abdul Aziz Sukarnawadi penghargaan yang setinggi-tingginya atas suksesnya bedah tesis dan launching buku "al-Rudud al-Mardhiyah ala Munkir Sadah AsSufiyah".

Semoga memberi manfaat kepada masyarakat luas, amien.

(Simpul Terang, 23.10.2011, Griya Jateng - Nasr City)

11. ‎-Adil & Ihsan-

Kata mesra terus mengalir dan masuk ke telinga. Bukan lagi ragu melainkan bertambah cinta.

Duhai Lentera Hati... aku hanya meminta kepadamu bukan kepada mereka yang sedang meninggi. Ajarkan kepadaku mencinta tanpa terus membeda. Ajarkan pula kepadaku dalam memahami beda adil dan ihsan.

(Keadilan Terklaim Kebaikan, 24.10.2011, Taman Surga - Darasah)

12. Semoga menjadi pasangan yang selalu bisa saling memahami @ Jolodong Bodong- Siti Saadah Suradji, amien...

Sakinah Mawadah wa Rahmah

(SAMARA, 28.10.2011, Griya Jateng)


Read More

Kritik Atas Pimpinan PCINU Mesir

Nur Fadlan

Tadi malam saya bertemu dan ngobrol panjang lebar dengan kawan-kawan yang bisa dikatakan orang yang termasuk peduli atas dinamika Masisir.

Bukan masalah pesta demokrasi KSW atau apa pun, saya hanya mengkritik pimpinan PCINU Mesir atas black campaign kepada bagian dari NU itu sendiri.

Kalah atau menang dalam demokrasi KSW bagi saya adalah masalah kecil. Biasa saja, karena bagaimana dan siapa pun peminpin KSW pada dasarnya adalah baik. KSW dibangun atas nama kekeluargaan dan dalam segala urusannya pun dengan cara kekeluargaan. Saya tidak kecewa apa pun itu yang sudah di sepakati warga KSW seperti halnya tidak kecewanya saya atas demokrasi PPMI beberapa minggu yang lalu.

Sebagai anggota NU saya sangat menghormati institusi terbesar di Indonesia ini, sehingga bentuk kepedulian saya diantaranya; upaya untuk membenahi atau sekedar mengkritik para petinggi PCINU Mesir dengan tujuan supaya PCINU Mesir semakin membaik dari masa kemasa.

15 hari yang lalu ada beberapa hal dan sikap serta gerak-gerik pimpinan PCINU Mesir yang perlu dikritisi. Kritis tidak berarti benci akan tetapi bermaksud untuk membenahi.

NU sebagaimana yang digagas Hadratu Sheikh Hasyim Asy’ari adalah organisasi kemasyarakatan yang mewadai apa pun itu yang bersangkutan dengan kehidupan, sosial dan keagamaan. Di dalam NU ada kajian, seni-budaya, kaderisasi, kepemudaan, tharekat, turast dan lain sebagainya.

Hingga akhirnya NU berkembang luas di Indonenesia bahkan menjadi jami’ah terbesar di dunia. NU mengalami kesuksesan yang sangat luar biasa hanya karena dapat merangkul semua golongan tentunya yang masuk dalam koridor kemasyarakatan, sosial serta keagamaan.

Kritikan bagi pimpinan PCINU Mesir hanya sederhana, masalah keseimbangan dalam mengendalikan setiap lembaga yang ada di bawah PCINU Mesir. Saya sangat kaget jika dalam upaya perhatian dan perlindungan terhadap bagian-bagian disetiap lembaga mulai diabaikan.
PCINU Mesir dibangun atas lembaga-lembaga, diantaranya adalah JATMANU. Akan tetapi saya sebagai warga Nahdiyin merasa sedikit terlukai akibat statemen-statemen pimpinan PCINU Mesir yang merugikan bagian dari JATMANU. Apa pun bentuknya yang mengindikasikan penyudutan, diskriminasi, pengasingan dan pencemaran nama baik.

Politik black campaign atas pesta demokrasi KSW oleh para pimpinan PCINU Mesir sungguh sangat memalukan. Terkesan membuka aib sendiri hanya karena para calon mengikuti tharekat tertentu. Saya menjadi cukup bingung dari fenomena tersebut! Apakah PCINU Mesir mulai tidak mengakui tharekat atau hanya tharekat tertentu saja yang ingin diakui? Ada kesan dari para pimpinan PCINU Mesir ketika melihat kader NU dan juga pengikut tharekat tertentu sebagai bahaya laten, yang seolah-olah sangat berbahaya dan tidak perlu diperhatikan.

Kami sebagai warga Nahdiyin keberatan, dan butuh kejelasan atas penyalah gunaan jabatan para pimpinan PCINU Mesir?
  1. Kalau memang tharekat tertentu yang merubakan bagian dari JATMANU adalah tharekat yang tidak sesuai dengan hati para pimpinan maka kami butuh penjelasan atas AD/ART PCINU Mesir?
  2. Tentang black campaign saya hanya butuh kejelasan; kalau memang tidak terbukti, maka kami butuh mediasi Dewan Kehormatan PCINU Mesir dalam memecahkan masalah ini. Akan tetapi jika hal ini terbukti, yaitu para pimpinan PCINU Mesir telah melakukan black campaign atas bagian dari JATMANU kami meminta para pimpinan PCINU Mesir meminta maaf secara terbuka dan merehabilisasi nama baik tharekat yang dirugikan. Atau kalau memang para pimpinan enggan dalam meminta maaf secara terbuka, kami meminta kepada para pimpinan untuk mundur secara tidak terhormat dari jabatan struktural PCINU Mesir.
Demikian kritik sederhana dari kami atas penyalah gunaan jabatan pimpinan PCINU Mesir dengan cara black campaign kepada kader NU sendiri atas tharekah yang sebetulnya bagian dari NU sendiri. Mohon maaf atas segala salah ketik dan salah ejaan.

Khan Khalili
28.09.2011
Read More

Tentang Balas Budi dan Keluarga

Nur Fadlan


Suyatno, lagi-lagi lulusan institusi megah Al-Azhar ikut-ikutan dalam penentuan kepada desa di MulyoMekso.

Benar-benar seperti belut. Sangat licin ludah dan gerak-geriknya. Ceritanya begini, Suyatno adalah mantan kepala desa MulyoMekso, seperti layaknya anjing-anjing Cairo, Suyatno ini merasa sebagai pahlawan dan sedikit lupa dengan asal muasal dirinya dari mana? ...

Mungkin para pembaca akan merasa HOAXX menyaksikan papan catur intrik di desa MulyoMekso. Saudara sekandung, yang memiliki latar belakang pendidikan yang sama sejak SLTA ditikam dari belakang, hampir mirip karakternya dengan bencong-bencong Cairo. Mungkin karena Suyatno, mengambil barokah dari para bencong.

Layakya Suyatno, saudara sekandungnya pun memiliki cita-cita yang luhur untuk berperan aktif dalam membangun desa MulyoMekso. Pada awalnya Suyatno adalah salah satu lulusan Mesir yang mendukung majunya sang saudara kandung sebagai khadim di desa MulyaMekso, akan tetapi Suyatno menelikung dari belakang hanya karena dukun-dukun desa MulyoMekso yang tinggal di box-box sampah.

Sangat atraktif, mungkin pemusnahan dasar-dasar balas budi Suyatno perlu kita tauladani jika memang kita ingin menjadi penjilat pantat sejati. Suyatno lupa dengan masa-masa awal ketika dia baru saja menginjakkan kaki di bumi MulyoMekso, ketika mentalnya masih seperti marmut? Dia lupa siapa yang mendukungnya, siapa yang menguatkan dan meyakinkannya untuk sebagai calon kepala desa MulyoMekso pada tahun 2008-2009, dan kalah hingga diyakinkan lagi pada tahun berikutnya kalau tidak lain dan tidak bukan adalah keluarga dan saudara kandungnya.

Kini dia menjebak saudara kandungnya, setelah pura-pura mendukung kemudian woro-woro dengan stateman hitam kepada saudra kandungnya, sebabnya hanya karena akibat doktrin-doktrin yang katanya agama dari dukun-dukun cetakan Cairo.

Pesan Moral:

Saudara sekandung dan sesusu saling bunuh itu sudah wajar, sudah ada sekian contoh dari sejarah kuno dan modern.

Kalau ingin seperti Suyatno, caranya mudah; cukup percaya pada doktrin-doktrin agama yang bersumber dari dukun-dukun yang mengaku cendekia.

Tidak perlu memobilisasi massa dan memprovokasi warga desa MulyoMekso karena bertentangan dengan UUD RI 1945 (lihat lampiran 1)... ha ha...

Lampiran 1

UNDANG - UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA 1945
BAB X WARGA NEGARA

Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
Read More

Bencong Cairo

Nur Fadlan


Suatu hari, Saifuddin pulang dari Mesir ke sebuah kampung kecil yang bernama MulyoMekso. Desa MulyoMekso adalah desa yang di dalamnya banyak keaneragaman tradisi dan pemahaman.
Saifuddin adalah termasuk tokoh yang dipuja-puja terutama dalam sosial-agama di desa MulyaMekso.

Suatu ketika desa MulyoMekso ingin menyelenggarakan pemilihan kepala desa. Seperti layaknya tokoh-tokoh sebuah desa di belahan dunia mana pun, Saifuddin menjadi orang yang diperhitungkan pertimbangan politiknya.

Singkat cerita, panitia dan pendaftaran calon kepala desa dan wakil calon kepada desa kurang 1 hari dan belum ada yang mendaftarkan diri sebagai calon pemegang kebijakan di desa mendatang.

Tiba-tiba ada yang mencalonkan dengan suka rela dan disambut baik oleh panitia pendaftaran calon kepala dan wakil kepala desa awalnya. Akan tetapi hal ini menjadi masalah besar bagi Saifuddin karena Saifuddin yang notabenya sebagai lulusan terbaik di pasca sarjana Al-Azhar cukup takut ketika sang pemegang kebijakan adalah orang-orang yang jauh lebih matang psikisnya dari pada dirinya.

Akhirnya, Saifuddin memobilisasi massa seperti peternak bebek yang sedang menggiring bebek-bebeknya ke sebuah tempat yang dia inginkan.

Pesan Moral:
Kita do’akan semoga Saifuddin cepat sembuh, kalau terpaksa tidak sembuh kita kutuk ramai-ramai supaya menjadi patung di desa MulyoMekso dari pada mengorbankan institusi megah Al-Azhar. []
Read More

SEMOGA TIDAK TERULANG... Ala Partai


Semoga tidak terulang dalam dinamika kemahasiswaan Masisir. Oleh banyak organisasi LO, LK hingga perangkat bagian katakan saja kegiatan kawan-kawan yang ada di departemen, mereka dalam melibas kepenatan atau dalam menarik ketertarikan serta simpatik Masisir selalu dengan CARA inovasi sebagai langkah awal yang selalu diketengahkan.

Misalnya bentuk kerja sama keputrian dua kekeluargaan yang mampu menyedot Masisir kurang lebih 100 orang. 100 bukan angka yang banyak jika standarisasinya kita lihat dari organisasi induk keputrian, Wihdah katakan saja... akan tetapi angka 100 menjadi sangat signifikan jika level keputrian kekeluargaan yang menyelenggarakan.

Kenapa kerjasama dua keputrian kekeluargaan mampu menarik simpatik mahasiswi (Masisir) dan kenapa kegiatan yang lain, termasuk organisasi induk mahasiswi kurang begitu bisa menarik hati rekanita Masisir?

Jawabannya hanya karena inovatif, bukan dengan cara 50 orang pendatang pertama mendapat musa'adah 50 pons. Ini hanya misal, kalau pun sudah terjadi tidak perlu diulang lagi... !!!

"Kita rindu dengan dinamika ala dan cara Mahasiswa/i bukan dinamika ala dan cara Parpol"

Nur Fadlan
Cairo, 28 Agustus 2011
Read More

Catatan Sejarah (September 2011)




1. Nelfon puas, rindu lepas
rindu yang menggilas, berubah bak kapas

Semesta menyempit menghilangkan tutup
Meminta maaf atas segala yang kurang patut

(Semesta Rindu dan Maaf, 01.09.2011, Nasr City)
Rondi Zain, Maula Nazalul Haq Zain, Hisyam Zain, dll

2. *Dinamika Yang Tidur

Tidak tahu cara membangunkan atau bubarkan saja...
Sebenarnya kenapa wahai para pemuda ? ...

Apakah kalian lelah ? ...
Lelah mana dengan Suderman ? ...
Apakah kalian miskin ? ...
Miskin mana dengan para pejuang ? ...

(Asap-Asap Malam, 02.09.2011, Nasr City)

3. Silaturrahmi kultul adalah budaya bangsa Indonesia.
Sekarang nyaris lenyap karena gelombang besar silaturrahmi politis.

Anak-anak kecil dan mahasiswa yang sudah fanatik parpol.
Hanya ada dua alasan; alasan kader ideologis dan alasan kader biologis.

Selalu menjebak pemilik SDM yang lugu.
Anak-anak baru, penyandang mumtas, kandidat master hingga kandidat doktor.

(Haramnya Parpol di Luar Negeri dan di dalam dinamika Pelajar & Mahasiswa Indonesia, 04.09.2011, Nasr City - Cairo)

4. Pemuda Indonesia...
Bangkit dan isi kemerdekaan...
Bangkit dan kikis kebodoan...
Bangkit dan junjung tinggi moral...

Wahai pemilik tangan-tangan perkasa...
Ayo bersama-sama kita benai Indonesia...

(Pemuda-Pemuda Bangsa, 07.09.2011, Nasr City)

5. OjO dAdI wOngkAng rUmOngsO bIsO, dAdIO wOngkAng bIsO rUmOngsO... (11.09.2011, Rumah Budaya Akar)

6. Pagi itu saya mengikatkan seutas tali dengan tulang kambing yang baru disisat dagingnya. Saya berjalan dan saya seret tulang itu di tengah-tengan gerombolan anjing-anjing Cairo. Luar biasa ekpresinya, semua anjing mengejar saya kemudian saya lepaskan tulang itu dan saya biarkan para anjing berebut dengan rakusnya.

Saya hanya main-main pagi itu, dan saya juga tidak butuh tulang itu. ha ha...

(Dinamika Anjing-Anjing Cairo, 14-15.09.2011, Nasr City)

7. Bau anjing tetaplah BAU ANJING!

Mau memakai jubah atau jaket apapun tetaplah ANJING. Mau menjadi pemimpin apa pun tetap hakikatnya adalah anjing.
Duhai para memilik mental anjing... YANG MEMIMPIN atau YANG DIPIMPIN, silahkan berias dan habiskan parfum-parfum karena kami senantiasa tau bahwa kalian tetaplah anjing!.

(Percayalah pada Agama, Budaya, Rekonsiliasi, Demokrasi, dll akan tetapi jangan pernah sembarangan percaya pada pembual-pembual diksi suci... 16-21.09.2011, Papan Catur Dinamika - Cairo)

8. Cairo di pagi hari. Gerombolan anjing bermain-main di box sampah. Ada yang berpuisi, ada yang berkejar-kejaran serta ada yang beradu nada tinggi gonggongan.

Cairo tetap seperti sedia kala, akan tetapi rumah anjing-anjing Cairo menjadi negara propaganda. Inti dari kekawatiran yang melahirkan intrik busuk selalu mengepul dari ubun-ubun setiap menghuninya.

(Naluri Politik Anjing-Anjing Cairo, "Mengorbankan Buah Perjuangan", 22-24.09.2011, Khan Khalili)

9. -PINTER itu Mudah, tapi BENER itu Susah-

Kucing itu pinter mencuri tapi belum tentu bener, kenapa harus ada yang masih berpura-pura berdinamika, bersosial, bersastra, berbudaya, bahkan beragama?

Sementara mental penjilat, propaganda, penghianatan, melukai, membunuh masih belum terkikis dari dendrit-dentrit otat para pengaku budayawan, seniman, aktivis, penulis, bahkan agamawan!

(MPA -Majlis Propaganda Anggota- , 25.09.2011, Khan Khalili - Cairo)

10. Saya tidak mempermasalahkan apa pun, hanya mempermasalahkan oknum yang tidak menghargai proses.

Kenapa harus membedakan dan tiba-tiba ada pemboikotan atas A+ sementara masih ada A, A dan A yang lain? sebenarnya apa yang kawan-kawan Masisir kawatirkan? Saya menjadi sangat bingung jika yang dianggap Pendekar, Budayawan, Seniman, Sarjana, bahkan Agamawan telah melakukan diskriminasi akibat gagap pengertian dan hanya mendengar dari kuping tetangga.

(Sebatas dan Sekolot Apa Pemahaman Anda? , 26.09.2011, Khan Khalili - Cairo)

11. -Cuci Tangan-

Cuci tangan tidak harus memakai air, akan tetapi dengan mulut pun jadi. Madzhab kucing dan anjing!

Heran dengan para pimpinan yang membuka aib rumah tangga organisasi sendiri hanya karena sentimen dan dendam pribadi.

Ternyata strata pendidikan Doktoral tidak menjadi fasilitas penting dalam merubah pola berfikir dan berakhlak. Masih saja, nyonggros dan menyebar kabar bohong dengan maksud merusak citra anggota lembaga organisasi gagasan Hadratu Sheikh...

(Dosa.. Sungguh Dosa!, 27.09.2011, Khan Khalili)

12. -Berpura-

Mendekati Pemilu Mesir, orang-orang Wahabi, IM serta kelompok-kelompok yang sebelumnya menyebut Husain sekarang beralih menjadi Sayyidina Husain. Kalau pun hal ini adalah upaya politis akan tetapi cukup menarik untuk kita analisa.

Rakyat Mesir secara mayoritas sangat mencintai Ahl Bait, demikian halnya dengan mayoritas masyarakat Indonesia. Ketika melihat Al-Azhar pun jadi teringat pada NU gagasan Hadratu Sheikh Hasyim Asy'ari.

(Perwajahan & Topeng, 28.09.2011, Taman Surga - Cairo)

13. -Rindu-

Nyanyian-nyanyian Surga mulai merayap dan masuk pelan-pelan sambil menggoyangkan hati yang terlelap tidur. Agak enggan bangun disepanjang siang dan petang, meski demikian Pawang Hati senantiasa tulus mengobati.

Menunggu Maulid Sayyidina Ahmad Badawi. Berduyun-duyun meramaikan dengan tulus hati. Sebentar lagi akan menyaksikan lampu-lampu dzikir yang semakin mesra.

(Happy Birthday Maulana, 29.09.2011, Taman Surga - Cairo)

14. -Yang Terindah-

Daun-daun pepohonan senantiasa melambai-lambai sepanjang hari. Ikan-ikan berkejaran sambil menikmati percikan-percikan air kala senja. Manusia-manusia berbondong mencari candu-candu penguat ruh disetiap waktu.

Saya jatuh cinta, dengan tempat yang Maha Indah. Ini hanya satu dari sekian yang tidak bisa saya katakan. Duhai Yang Mulia, terima kasih atas semua.

(Candu Semesta, 29-30.09.2011, Taman Surga, Mazra'atul Kiram)

Read More

Catatan Sejarah (Agustus 2011)




1. DEBAT KANDIDAT... Keliling Zagaziq-Tahfana-Mansoura-Tanta tetap menjadi bagian paling indah dalam puasa Ramadhan tahun ini. Hangatnya silaturrahmi... hantarkan Masisir penuh mimpi... (Dua Ramadhan, 020811)

2. Menikmati PROSES, demi peningkatan KUALITAS HIDUP... (Demi Nil dan Langit Cairo, 050811, Cairo City)

3. Terima kasih atas partisipasi kawan-kawan pelajar dan mahasiswa dalam demokrasi PPMI. Siapapun presidennya pada dasarnya adalah baik dengan catatan APBO dan Haluan Organisasi tidak ada kepentingan Parpol PKS atau lainnya. Semoga pasangan terpilih benar-benar utusan independen mulai dari ide, gagasan, proses pemilu serta kebijakan dan realisasi program setahun ke depan. (Demokrasi PPMI bukan Demokrasi Parpol, 080811, Wisma Nusantara - Nasr City)

4. Menikmati musik Jazz di Ahmad el-Syauqi Museum dengan angin malam musim panas yang semakin sejuk sungguh tiada duanya... (Summer Time, 080811, Dokki City)

5. Ramadhan di Cairo... Begitu banyak kegiatan... Kepada teman-teman aktivis mahasiswa semoga semuanya dimudahkan dan dilancarkan... (Peningkatan Kualitas Hidup, 110811, Tahrir City)

6. Pemuda yang sadar karena akal sadarnya jauh lebih baik dari pada mereka yang berfikir, mencari gagasan serta melakukan tindakan yang didorong atas doktrin komunitas atau karena salah dalam memahami konsep ibadah dan pahala. (Domba-Domba Tersesat, 130811, Nasr City)

7. هنا نفرح ... هنك نفرح ... في اى مكان نرح ... هنا نفرح ... هنك نفرح ... في اى مكان نرح ...

8. ل , يدان ... يمنى و يسرى ... في كل يد , خمس أصابع ... هي الإبهام , السبابة ... الوسطى , البنصر الخنصر ...

(يغيب القمر , 150811 , قطامية - حلوان )
Hisyam Sabana , Nesa Sabena

9. Saya bangga berdarah Indonesia. Kepada para pemuda Indonesia, ayo kita bersama dan serentak dalam membangung bangsa kita, Bangsa Indonesia. Tidak cukup hanya mengikuti upacara pengibaran serta penurunan Sang Saka, Indonesia membutuhkan lebih dari itu dalam mengisi kemerdekaan dan dalam memperjuangkan eksistensi negara tercinta kita Indonesia. (17-17 Ramadhan-Agustus, Puskin - Dokki City)

10. Ibarat benang yang kusut. Sudah setahun mengurainya. Mungkin butuh waktu yang lebih banyak. Hanya satu hal yang menjadi pertimbangan paling utama dalam menjalani semua. Harus cukup sabar. Tapi juga sudah mulai bimbang. Rethinking... Refeeling... (180811, Nasr City)

11. Ingin menghirup udara di tepi pantai. Ingin naik gunung yang hijau. Ingin bermalam bersama api unggun. Ingin makan marmut bakar. Ingin bersama kalian. Semoga kalian di sana baik-baik saja. Kita sama-sama rindu. Tenang saja para sahabatku di sana... Tuhan cukup adil, jika sudah memungkinkan semuanya kita akan lalui bersama, hobi kita dan kebersamaan kita. (190811, Niel River - Tahrir City)

12. Hidup itu harus berani. Terinspirasi dengan 9 telur bebek dan 1 telur elang yang ditetaskan oleh induk betina bebek. Ternyata karakter dan pola hidup telur elang setelah menetas persis seperti bebek-bebek kecil lainnya. Hingga akhirnya anak elang melihat pola binatang yang memiliki struktur tubuh yang sama dengan ia akan tetapi karakter dan pola hidupnya berbeda. Perjuangan keras ... (190811, Dokki City)
Lee Sien, Ishlah U Darussalam, Mahrus Ismail, Muhammad Hasan, Jolodong Bodong

13. Selamat jalan buat saudari Nina Husna, semoga selamat sampai tujuan dan bahagia di Indonesia... amien. Tetap semangat dan kompak selalu... Do'a kami menyertaimu...

Juga buat saudara/i Ishlah U Darussalam, Abdullah Munif, Durroh Nisincar, Umi Rosyidah, Susma Wati, Ika Sa'adah, dan Silvia... kompak selalu yah... :)

Titip salam buat Saifudin Zuhri + Aniqoh Qoh serta Pak Yai Sahlan dan keluarga semua... Semoga menjadi keluarag yang SAMARA... :)

14. Perpisahan tidak perlu air mata, yang terpenting adalah do'a. Bertemu kemudian berpisah adalah hal yang sangat biasa dan sederhana.

Semoga semua restu menyertai kita semua, amien... (220811, Cairo Airport)

15. ketika laut dan langit biru...
ketika indah stanley menyentuh kalbu...

terasa diterbangkan perasaan yang menderu...
diantara sepi tanpa suara kecuali kata kalbu...
(flaying whithout wings, 250811, Prasasti dan Nisan Alexander The Great)

16. Luar biasa malam ini...
Bersama dengan orang-orang hebat penuh mimpi...

Bukan hanya menghabiskan segala sesuatu di tataran fana...
Karena urusan dunia bukanlah segalanya...

Bertebaran do'a-do'a menuju langit yang membelah malam ini...
Para penghuni bumi semarak dalam lantunkan nyanyian puji...

(Demi Langit Yang Cerah Malam Ini, 270811, Alexandaria)

17. Canda tawa diantara langit dan bumi bersama Ramadhan Kareem, Muhammad Tabrani Basya, Abdullah Munif, Ishlah U Darussalam, Ahmad Muzaini, Lakuning Lintang, Durroh Nisincar, Fatchul Machasin, Vahrul Adhi, Mbah Jafar Buedjoe, @Nat Azizah...

(Menikmati malam 28 Ramadhan, 280811, Nasr City)

18. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 4 3 2 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

19. Gema Takbir Akbar... GETAR... Menggema di Angkasa...

Sangat puas dengan penampilan-penampilan anak negeri dari Sabang hingga Merauke. Semoga dengan moment GETAR menjadi wujud nyata dari cita-cita Sumpah Pemuda.

(Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia, 300811, American Future - Nasr City)

20. Halal bi halal masyarakat Indonesia di Cairo terasa cukup hangat... Sangat rindu dengan para keluarga... Sangat rindu dengan Tuan Guru... Sangat rindu dengan El-Fajr...

Maafkan segala salah... Meminta maaf segala salah...

(Rindu-Maaf, 300811, Masjid ASSALAM - Nasr City)

Read More

Catatan Sejarah (Juli 2011)




1. Matahari tepat di atas para manusia dan tumpukan mayit-mayit bumi. Bumi pun semakin pandai merias diri hingga sering memikat hati. Bergerombol-gerombol pecandu cinta bernyayi dan lantunkan lagu-lagu puji. Semakin mendekatkan diri kepada Lentera Hati adalah obat abadi. Nadrah wa Madad Ya Sayyidina Maulana Imam Husain... (040711, Khan Khalili - Cairo)

2. Aku tau dibeberapa hal tertentu kau lebih kuat dari padaku. Tapi tidak berarti konflik sosial tidak untuk tidak dipecahkan. Tidak hanya kontak sosial yang perlu dievalusi akan tetapi merangkul kembali para memilik hati sungguh sangat berarti. Semuanya sudah kita sampaikan kepada Sayyidina Husain ra, mudah-mudahan wasilah kepadanya dipermudah semua. (Khan Khalili, 050711, Cairo)

3. Tiga hari yang lalu sangat ramai. Ada konser di dalamnya penuh puji atas keagungan hamba terpilih. Sekarang tampak lenggang mungkin karena mata saya yang baru punya batas pandang. Nadrah wa Madad... Shila ya Sayyidina Husain ra. (Melebur Rindu, 070711, Khan Khalili - Cairo)

4. Perjalanan malam ini, cukup membuat suasana menjadi berdebar. Hampir semua distrik ada taftis/pemeriksaan. Meskipun demikian malam Cairo tetap indah dan akan selalu indah. Lampu-lampu kerucut menyambut Bulan Suci seolah-olah penuh sorak-sorai. Demikian halnya dengan langit, membentang luas seolah senyum lebar menunggu Ramadhan tiba. (Baik-baik disana, 080711, Ramsis - Cairo)

5. ربنا اغفر لنا ولإحواننا الذين سبقونا بالإيمان , ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا إنك رءوف رحيم , اللهم افتحلنا أبواب الرحمه ونجحنا في كل حلات و في كلي إمتحانات ... أمين

6. Aku hanya hamba yang sangat kecil di depan-Mu, akan tetapi aku tidak takut dengan neraka-Mu serta tidak tamak pula pada surga-Mu. Aku hanya mencitai-Mu karena Kau adalah Tuhanku. Aku mencintai Rasul karena Baginda adalah tangan-Mu, Aku mencintai Sayyidina Husain karena beliau adalah wali-Mu, Aku mencintai seluruh rasul, nabi dan wali-Mu. (*Ubaidillah - Larut Rindu, 090711, Azhar Park - Cairo)

7. Khan Khalili begitu ramai... Di depan restoran dan cafe pada bersorak sorai... Semuanya tampak bahagia dan tidak sedikit yang bernyayi... Nyanyian puji tiba-tiba terdengar cukup keras tepat di samping Penjaga Hati... Beberapa suara lirih dan penuh pinta terus terucap seolah ombak yang tanpa tepi... (Nadrah wa Madad ya Sayyidina Imam Husain ra, 110711, Taman Surga - Cairo)

8. توسلنا ببسم الله ... كذا اسمائه الحسنى # وبالنبى المصطفى ... حبيب الله رسول الله # بأهل بيته الشرفا ... وعترته هم الكرماء # واصحابه خواص الله ... بأهل البدر يا الله # كذا باولياء الله ... وكل عارف بالله . (نظرة و مدد .120711 , القاهرة) ب
9. اليوم ميلادك وأنا فيه موعود... يا شيخي يا سيدي يا حبيبي... الكون ونجومة على حبك شهود... كل المجرة تعرف ان مرادي… اليوم ميلادك وانا اليوم مولود… مدام حبك حب والنبض هادي . (Happy Birthday , 130711 , الأرض الكرام - الإسكنذرية)

10. السلام على يا وجه الجميل سيدنا محمد , وكذا لسيدنا أبى بكر مبيد الجاحدين , وكذا سيدنا عمر ولى الصالحين , ولذى النورين رأس الناسكين , وكذا لسيدنا على السمي يقينا , وكذا لسيدنا الحسنين خير العلمين , ولكل أصحاب والتابعين وتابع التابعين أجمعين . (نظرة ومدد , 160711 , حديقة الجنة – القاهرة)

11. Egypt will stay until whenever. Niel river to witness how God will always keep the Egyptians because of the prayers of the Ahli el-Baith. We and the moon always want to enjoy the full flavor of the existence of beloved Egypt. I, you and they really loved Egypt. (Niel River, 160711, Tahrir - Cairo)

12. Kecenderungan dan minat sudah tampak jelas. Sangat kentara dan sudah ada komitmen. Big Dream sering meledak-ledak dan tidak terhenti hanya pada illusi mimpi. Great Attitude yang masih kurang dari harapan, kenapa masih sering membedakan dalam bertindak? Bukankan berprilaku sopan kepada satpam jauh lebih susah ketimbang berprilaku sopan kepada ortu. (170711, Nasr City - Cairo)

13. Jalur lalu lintas dipotong, lebih dari 5 nadi penting transportasi tidak difungsikan. Puluhan barak-barak perkemahan hingga diantaranya ada yang didirikan di depan pertokohan. Baliho cukup besar bertuliskan الشعب يريدمحكمة مبارك, menandakan semangat rakyat yang terus berkobar menuntut keadilan. ( تحي مصر , إحفظ مصر 180711, Medan Tahrir - Cairo)

14. Perjuangan untuk kita teruskan, bukan untuk kita korbankan... Tidak berarti mempersempit ruang gerak politik, akan tetapi apakah menuju untuk sedikit lebih baik adalah masalah yang pelik?... (Malangnya Negeriku, 200711, Niel River-Cairo)

15. Kuliah umum oleh DR. Oman Fathurrahman (Dosen Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Yumi Sugahara, Ph.D (Dosen Filologi Islam Nusantara Osaka University) tentang Penguatan Kajian Islam Nusantara bersama kawan-kawan Lakpesdam Mesir, Pcinu Mesir & kawan-kawan aktivis intelektual Masisir. (210711, Nasr City - Cairo)

16. Demokrasi... Semoga seperti bisik hati nurani...
Dari Pelajar, Untuk Pelajar dan Oleh Pelajar...
Semoga secepatnya sampai pada titik rekonsiliasi...
Berhenti mencaci, menghina dan mencibir...

Duhai miniatur negeriku yang masih sakit...
Segera bangun, buka mata dan bangkit...

(Miniatur Negeriku, 230711, Prasasti Sy. Shalahuddin El-Ayubi - Cairo)

17. Dialog Kebangsaan tadi malam sedikit banyak memberikan pandangan baru dan penyegaran kepada semangat-semangat yang sudah layu. Semangat yang dikobarkan oleh Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA, KH. Hasan Abdullah Sahal, KH. Kafrawi Ridwan, MA, dan Bapak Burhanudin semoga menjadi pertanda bangkitnya generasi muda. (240711, Sholah Khamil - Cairo)

18. Bapak Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M. Phil membawa Peradaban Islam atas instrumen-instumen Aqidah, dengan sumber inti al-Qur'an dan al-Hadist. Sementara Bapak Adnin Armas MA. lebih kepada teorisasi tentang konsep Hermeneutika yang dianggap tidak mampu mewakili makna al-Qur'an. (Seminar Pemikiran Islam INSIST, 250711, Shalah Kamil - Cairo)

19. حضر عمرو موسى بمؤتمر جامعة النهضة , "المصريون بالخارج ... نحو غد أفضل" . بعض المصريين لا يحبونه لأن هو إحدى وزير في عصر مبارك , وبعضهم يحبونه لأن العلم السياسة عمرو موسي أحسن المصريين . (دار الضيافة , 270711 , عين الشمش - القا هرة)

20. Baliho-baliho di jalanan bertuliskan "مرشح رئاسة الجمهورية عمروموسى" memberi warna sendiri untuk demokrasi di Mesir. Komentar beberapa kawan-kawan Lakpesdam Mesir disela jalan-jalan dan mancing bersama cukup inovatif. Ada yang mengatakan Amr Musa cukup diterima, ada juga yang mengatakan tidak diterima untuk mejadi pemimpin Mesir mendatang! (Akhir Buhairah, 280711, Qanatir - Qulyubiyah)

21. Selamat atas suksesnya launcing sekaligus bedah novel AYA SOPHIA karya saudari Nina Husna. Semoga karya-karya terbaik dan terbarunya segera mewarnai serta merubah pola berpikir-bertindak yang semakin berkualitas. (Wisma Nusantara, 290711, Nasr City - Cairo)

22. DEBAT KANDIDAT wilayah Cairo... pertanyaannya renyah dan gurih... membangunkan semangat awal Tarawih. (Pasanggrahan KPMJB, 310711, Nasr City - Cairo)

Read More

Ada Apa Dengan Dinamika?



Nur Fadlan

Ketua BPA PPMI 2010-2011



Dinamika Masisir sedang tidur panjang dan pulas. Ada apa sebenarnya? … Pelajar dan mahasiswa Indonesia di mesir disadari atau tidak sedang lesu dalam berbagai hal. Tidak hanya di ranah intelektual, di ranah jurnalistik serta pergerakan sosial yang lain penulis rasa tidak ada perkembangan yang signifikan.


Dewasa ini sangat berbeda dengan 7 tahun kebelakang. Masisir sedang terjangkit banyak virus sosial yang diakui atau tidak turut serta dalam mempengarui dinamika Masisir. Kalau dulu di setiap tahunnya pelajar dan mahasiswa lebih sibuk dalam realisasi karya ilmiyah atau karya seni budaya yang memiliki nilai yang tinggi. Sekarang alam pelajar dan mahasiswa di Mesir sudah berbeda. Pelajar dan mahasiswa lebih ansyik di depan layar komputer dan berselancar dengan fasilitas dunia maya yang bersifat akdiktif, facebook misalnya. Sudah ribuan pelajar dan mahasiswa yang merelakan diri berpuluh-puluh jam hanya untuk bersenggama dengan facebook dalam sehari.


Jejaring sosial yang memiliki dampak luar biasa ini menjadi salah satu sebab kenapa dinamika Masisir ternina bobokan?. Facebook adalah kawan dan lawan. Kalau memang lawan maka perlu kita perangi dan kalau memang adalah kawan maka perlu untuk kita cintai. Kurang lebih 99% pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir memakai fasilitas ini. Bisa dipastikan bahwa membaca, menulis, menganalisa, kritisme, meningkatkan kuwalitas hidup, peka sosial nyaris sudah dimadu dengan facebook yang cantik.


Bagaimana Dengan Dinamika? …


Yang jelas, seperti yang pelulis paparkan di atas, bahwa Masisir sedang malas dan nasib dinamika semakin lemas. Dinamika mengalami kemunduran drastis. Antara tahun ini dan tahun 2005 dinamika anjlok dan semakin anjlok. Kualitas apa pun itu menurun drastis, mulai dari sadar intelektual, sosial-budaya, seni, jurnalistik, kritisme, peka dan lain sebagainya. Hanya ada beberapa prestasi diantaranya anak baru yang mempunyai nilai bagus di bangku kuliyah. Akan tetapi perlu diketahui rekan-rekanita… tidak bisa kita melepas diri dari kehidupan di lingkungan kita. Kalau kita benar-benar ingin menjadikan Mesir sebagai tenpat untuk belajar, apa pun itu… tentunya tidak cukup hanya mengandalkan intelektualitas yang hanya bersumber dari diktat-diktat kampus. Universitas kesayangan kita, Al-Azhar hanya memberi kunci keilmuan dan pengembangannya tetap dikembalikan kepada diri kita masing-masing. Sehingga tidak cukup dengan diam, atau menghafal diktat belaka, kita adalah masyarakat sosial, harus peka dan selalu bergumul dengan masyarakat sekitar sebagai pertanda kita mampu mengembangkan macam ragam kecerdasan yang ada di otak kanan dan kiri.


Kita tidak perlu ingin jadi apa-apa, tapi kita harus siap untuk menjadi apa saja. Menjadi Presiden RI harus siap, karena produk lama yang pernah belajar di Mesir telah membuktikannya. Menjadi Ketua MPR harus siap, karena SDM cetakan alam Mesir pernah membuktikan juga. Menjadi Gubernur, Wali Kota, Bupati, Camat, Kepala Desa, Mufasir, Ahli Ushul, Muhadist, apalagi kalau hanya sebagai ustadz mutlak kita harus bisa.


Dinamika kita mati suri. Untuk menghidupkannya lagi tergantung tangan kita, apakah kita mau hidup atau mati? Kalau memang kita tidak ingin menghidupkan ya sudahlah bubarkan saja semua dinamika yang ada di Masisir. Kalau pun ada dan hanya setengah-setengah bubarkan pula tidak menjadi apa … Dari pada kita setengah-setengah tidak akan ada hasil yang signifikan. Negara kita adalah negara yang sangat luas dengan konflik dan masalah sosial yang beragam, kalaui hanya setengah-setengah mending buburkan saja apa pun yang mengatasnamakan dinamika dan kita tinggal bersiap-siap menjadi sampah atau buih ditengah-tengah negara tercinta Indonesia.


Solusinya …


Pasca revolusi Mesir dan pasca evakuasi Masisir, alam pelajar dan mahasiswa Indonesia berubah drastis. Tampak sudah lelah dengan dinamika dan proses kematangan hidup. Orientasi sebagai elit intelektual banyak yang tergeser dan berubah. Lebih suka dengan santai dan glamor. Yang alay makin alay dan yang disorientasi semakin jauh dari orbit kemahasiswaan. Skill kemahasiswaan dan kepemudaan dikubur dalam-dalam karena cukup pahit jika membeli buku-buku sementara bros, sepatu, tas, jam tangan, fashion baju yang semakin berkembang menggilas paradigma pelajar dan mahasiswa.


Life style memang sedang meledak. Di samping memang dinamika sedang surut kualitasnya tampak di sisi lain pola hidup serta alam pikir pelajar dan mahasiswa sedang berubah. Tidak ada cara apa pun untuk membangkitkan lagi kecuali hanya dengan tangan kita dan serentak. Yang konsen di kajian silahkan konsen meneliti tanpa mengenal lelah. Yang ada di organisasi silahkan mendewasakan organisasi supaya semakin memiliki bargaining. Yang ada di jurnalistik tolong sedikir profesional dalam kualitas dan waktu. Yang ada di seni budaya, silahkan perdalam wawasan seni budaya supaya pameran dan pagelaran seni budaya yang tunasnya dari pelajar atau mahasiswa bisa kita nikmati kembali.


Jika kalian merasa lelah? Kami pun lelah. Jika kalian serba kekurangan? Kami pun sama. Tidak ada orang lain yang membangkitkan dinamika Masisir melainkan kita. Dinamika ini milik kita dan demi masa depan kita.


Pamungkas …


Mari kita gerakkan dinamika dengan tulus. Atas nama pelajar dan mahasiswa Indonesia, ayo semangat, bangkit dan berkembang… Mesir adalah sekolah kita, sekolah kehidupan kita. Tidak hanya Al-Azhar, Alhamdulillah … Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk belajar kepada Mesir. Jangan pernah lihat kekurangannya, kita hendaknya senantiasa melihat kelebihan Mesir supaya kita terus terpacu sehingga roda-roda dinamika bergerak cepat hingga mengantarkan kita pada cita-cita.


Tanpa menunggu siapa pun, tanpa menunggu dari mana pun, dan tanpa menunggu kapan pun. Dinamika milik kita, terserah kita sebelum dinamika benar-benar diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang suka mempolitisir, yang suka pencitraan, yang suka diskriminasi, yang suka black command, yang suka nepotisme, yang suka kampanye, yang merasa paling benar sendiri, yang merasa paling sumul berislamnya, yang parpol, yang PKS, yang PDI dan yang lain…


Dinamika milik kita; dari kita, oleh kita dan untuk kita! :* []


Cairo, 08.09.2011


Read More

Teman-teman Pramuka YPRU

How many times does a butterfly blink, before it learns to fly. The sky is filled with stars, but how many are mine. When I fly and you fall, so close I can hear your breathe... (2004-2005, Pati - Indonesia)


Read More

Teman-teman OSIS/ISRU (Ikatan Santri Raudlatul Ulum) YPRU

I soak in your intoxication every moment. This heart is enchanted with you. The heart beats restlessly. What do you know about my state? At time on the sky and at time on the earth, you face appears in front of me. I'm so lost in love... (2004-2005, Pati - Indonesia)


Read More

On Air Lu'lu' wa al-Marjan

Every moment is filled with a passion for you. There is no respite. You fill my dreams and thoughts. How can I describe this madness? Love is pervades all over. Nothing else can be seen anywhere. Your voice resonates in everything. Nothing else except that can be heard. (240611, Tahrir - Cairo)




Read More

Profil BPA PPMI (Badan Perwakilan Anggota Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia) 2010-2011



25 Feb 2011

Badan Perwakian Anggota Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia (BPA-PPMI) merupakan lembaga tinggi PPMI yang memiliki fungsi legislasi dan yudikasi. BPA memiliki keanggotaan perwakilan dari Organisasi Kekeluargaan, Senat Mahasiswa dan Wihdah. Lembaga tinggi ini memiliki 4 komisi yang sudah dibentuk dalam Sidang Pleno II adalah komisi yang akan senantiasa mendampingi DPP-PPMI dalam pengambilan kebijakan dan dalam merealisasikan program kerja. Adapun komisi BPA-PPMI periode 2010-2011 terdiri atas: Komisi I adalah komisi yang bersinergi dengan DPP bagian administrasi, kesektariatan dan keuangan. Komisi ini memiliki tiga kelengkapan komisi, Abdul Malik (sebagai ketua Komisi I), Ichsan Saputra (sebagai sekertaris), Alimuddin (sebagai juru bicara), dan Kholiful Rozik, M. Syarif Hidayat, Syahrullah Shodri, Alimudin, Maila Rasyidah, Kiki Aulia, Abdul Malik Diamil, Muh.Andika Sakali, Yusian Dengo serta Ichsan Saputra (sebagai anggota Komisi I).

Sedangkang Komisi II adalah komisi yang bersinergi dengan DPP bagian keilmuan, kaderisasi dan PSDM. Komusi ini memiliki kelengkapan, Raja Ritonga (sebagai ketua Komisi II), Salma Mansur (sebagai sekertaris), Syarfi (sebagai juru bicara), dan M.Firdausi Nuzula, Al-Husain A.H., M.Ridho, M.Rakhmat Alam, Wafiyyah A., Husni M., M.Syarfi Iqbal, Susanto serta Khoiru Asyhar (sebagai anggota komisi II)

Komis III adalah komisi yang bersinergi dengan DPP bagian dalam negeri dan luar negeri. Komisi ini memiliki kelengkapan, Candra (sebagai ketua Komisi III), Zakiah (sebagai sekertaris), Rahmat (sebagai juru bicara), dan Subqi, Zaky, Suyatno, Wahyudi, Lilik, Nuraida serta Rendy (sebagai anggota Komisi III).

Komisi IV adalah komisi yang bersinergi dengan DPP bagian sosial kesejahteraan, seni budaya, dan olah raga. Komisi ini memiliki kelengkapan, Wasian (sebagai ketua Komisi IV), Abdullah Munif (sebagai sekertaris), Rian Paradika (sebagai juru bicara), dan Furqon, Rian Perodeka, Abdullah Wasian, Abdullah Munif, Nurul Ismah, Masdariyah, Rini Arianti serta Indra Muharam (sebagai anggota Komisi IV).
Struktur Badan Perwakilan Anggota Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia (BPA-PPMI)

Ketua : Nur Fadlan

Wakil Ketua I : Mus’ab Muqodas
Wakil Ketua II : Ahmad Mukafi
Wakil Ketua III : Ahsanul Husna, Lc
Wakil Ketua IV : Rendi Fitrayana, Lc

Ketua Komisi I : Abdul Malik
Ketua Komisi II : Raja Ritona
Ketua Komisi III : Candra Lesmana
Ketua Komisi IV : Wasian

Read More

Profil Majlis Riset Masisir


25 Feb 2011

Keberadaan Majlis Riset Masisir di tengah-tengah masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Mesir sebenarnya adalah upaya menjalankan misi yang diemban oleh Perguruan Tinggi melalui konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi serta sesuai dengan pasal 20 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga tidak salah jika lembaga riset yang diprakarsai PPMI periode XVI Masa Bakti 2010-2011 yang kemudian menjadi lembaga independen dan didukung sepenuhnya dan mendapat respon baik dari Atase Pendidikan-KBRI Kairo, Prof. DR. Sangidu, M.Hum., kemudian diresmikan oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional (DP2M Dirjen DIKTI KEMENDIKNAS), Bapak Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D. pada saat kunjungan kerja beliau ke Mesir, pada tanggal 20 September 2010.

Majlis Riset Masisir memiliki sinergi baik dengan misi yang diemban oleh DP2M Dirjen DIKTI KEMENDIKNAS. Lembaga ini diharapkan mendukung dan memacu tumbuh-kembangnya kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kreativitas mahasiswa di perguruan tinggi yang berorientasi kepada peningkatan kualitas pendidikan tinggi, daya saing bangsa dan kesejahteraan rakyat secara berkesinambungan.

Struktur Majlis Riset Masisir

Direktur : Muhamad Mustagfirin, MA.
Wakil Direktur : Nur Fadlan

Sekretaris : 1. Irfan Islami
2. Desi Hanara

Bendahara : 1. Editya Miranti
2. Adelina Zulaiha

Read More