Welcome to Nur Fadlan Blog
Tampilkan postingan dengan label Revolusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Revolusi. Tampilkan semua postingan

Catatan Sejarah (November 2011)


1. -Satu Tradisi-

Pola canda yang sama. Logika dan bangun rancang yang serupa. Faktor komunitas yang memiliki tradisi kuat serta mengakar.

Semuanya belum final. Pembentukan pribadi tetap menjadi pilihan. Sepanjang tahu dan mampu mencapainya.

(Pembentukan Tradisi Diri, 02.11.2011, Nasr City)

2. ‎-Happy Ied-

Ied yang sempurna. Dirayakan penuh arti. Bersama para saudara sejati. Ciuman dimana-mana. Sungguh Ied terbaik sepanjang ini.

Tidak ada yang masam. Semua expresi atas cinta. Anak-anak, muda dan yang tua semuanya atas dasar cinta. Terima kasih tiada terkira kepada Junjungan Hati Tercinta.

... Selamat Hari Raya Kurban ...
Kepada semua malaikan di langit, kepada semua nabi dan wali di bumi, serta kepada semua teman-teman atas cinta dan satu cinta.

(Malam dan Ied Penuh Cinta, 05-06.11.2011, Taman Surga - Mazra'ah Kiram)

3. ‎-Banjir Makanan-

Di Cairo daging tercecer di mana-mana dan harus dimakan, ternyata di propinsi lain pun sama. Zagaziq always in memorian, tentang canda hangat kawan-kawan dan bakar-bakar satenya.

Salam ta'dhim kepada penjaga kota Zagaziq, Sheikh Mutawali Sya'rowi beserta Wali Kondang - Wali Qutb, Sang Waris Muhammadi Sayyidina Maulana Sheikh Ahmad Badawi yang senantiasa menerangi Jagad Raya.

(Makanan Perut & Makanan Ruh, 09-11.11.2011, Taman Surga - Kediaman Aba Abdul al-Aal, Tanta)
Sapa: Syaikhotul Mualimin, Aan Subhan, Mas Mukarrom, Ishlah U Darussalam,Bujang Kelana, Herry Talaohu, dll. para pecinta Waris Muhammadi.

4. ‎-Malam Ini-

Gerimis Cairo semakin merapatkan hati. Diwan-diwan cinta pun dilantunkan oleh bidadari-bidadari surga. Mengiringi salam ta'dhim serta senantiasa terus menunggu uluran tangan Sang Pemimpin tercinta. Duhai sang kekasih dan pujaan hati, Nadrah wa Madad.

Madad Ya Kurata Kuli al-Aini... Madad Ya Al-Karimah al-Adhimah al-Raisah al-Sayyidah Zainab Radiyallah Anha.

(Cinta Ini, 13.11.2011, Taman Surga - Kediaman Sayyidah Zainab)

5. Cairo semakin dingin. Bersamamu adalah kehangatan. Saya tidak akan mampu melupakan walau hanya satu jengkal dari perjalanan cinta ini.

Madad ya Sayyidana Maulana Imam Husain...

(Cinta.. Cinta.. Cinta.. Saya Hanya Ingin Cinta, 17.11.2011, Taman Surga - Kediaman Sayyidina Husain)

6. PARIPURNA

Diremas sampai habis sarinya. Dirasakan hingga pekat keluh lidah. Lambung pun penuh. Giliran sang akal menolak fantasi-fantasi lebih tinggi. Memang ada batasnya dan terbatas.

Terhenti. Kenapa yang begitu menggiurkan harus terhenti? ... Ternyata salah. Akal terbatas, sementara Hati memiliki volume yang lebih luas.

(Ambang Batas Rasa, 24.11.2011, Nasr City)

Read More

Catatan Sejarah (April 2011)




1. Mengikuti Ak-Azhar Syarif al-Islahiyah wa Istiqlaliyatih wa Alamiyatih yang diadakan Lajnah al-Huriyat. Dalam acara ini para hadirin diajak untuk membuat resolusi baru demi dinamisasi berbagai sisi yang dimiliki Al-Azhar. Paling menarik adalah, apakah Al-Azhar akan memilih berdiri sendiri atau tetap ada campur tangan pemerintah Mesir?. (Naqobah al-Shohawiyin, 020411, Tahrir - Cairo City)

2. SALAM AKBAR PASCA REVOLUSI membincang Dinamika Masisir, tindak lanjut Loka-Karya 2008, serta keadaan politik mutakhir Mesir. Cukup memuaskan analisa sosial-politik Bapak Vedi R. Hadiz, P. hD., Profesor Politik dan Sosiologi Asia, Murdoch Universiy-Australia. Ada beberapa analisa sosial-politiknya, paling menarik adalah babakan faktor klasik pendukung revolusi, BAHASA. (Shalah Kamil, 020411, Nasr City-Cairo)

3. Seharian rasanya semakin romantis. Dari pagi hingga petang rintik-rintik hujan menemani dengan kesetiaan. Semakin romantis ketika sore tadi menyaksikan pelangi seperempat lingkaran yang cantik di Ramsis. Di Down Town, ini lebih mesra dari November Rain, meskipun hujan turun di bulan April. Hujan semakin deras, persis di depan Nisan Anwar Sadat, aku melihat mata orang Mesir dan tersenyum.. (030411, Cairo City)

4. Dalam Aulawiyat al-Amal al-Wathoni al-Muwajihah al-Tsaurah al-Mudhodah menghadirkan tokoh teras Ikhwanul Muslimin dan beberapa pengamat politik Mesir berjalan dengan penggelontoran tesis masing-masing. Menurut saya, Tidak ada sintesis dalam dialog ini karena alasan, simpul politik yang hanya bisa diraba dan diasumsikan. (Faculty of Economic and Political Science - Cairo University, 040411, Giza City)

5. Al-Azhar mengajarkan untuk tidak berta'ashub, baik dalam bermadzhab Fiqh, Teologi, Politik dll. seperti yang disampaikan Prof. Dr. Ahmad Thayyib, Shaikh al-Azhar dalam Nadwah Alamiyah al-Azhar wa Tsaurah 25 Yunayir. Maka saya cukup heran jika masih ada kelompok yang membuat dikotomi dan serba membatasi apa yang terkait dengan pergaulan sosial atau bacaan. (Azhar Conference Center, 050311, Nasr City - Cairo)

6. Bintu Syathi, salah satu pemikir dari Mesir. Metodologi penafsiran oleh kelompok akademis lebih memberikan apresiasi kepada metode maudhu'i (tematik), seperti yang disampaikan dan membuat resah teman saya tadi sore. Bintu Syathi menggunakan metode tematik, sedangkan al-Qur'an adalah Kitab Suci yang setiap zaman memiliki tarjumul al-Qur'an sendiri. (Antara Titik Koordinat Fokus dan Jauh, 050411, Rab'ah District-Cairo)

7. Silaturrahmi Kultur memiliki nilai yang sangat mulia dan merupakan karekter dari Bangsa Indonesia. Beberapa organisasi kemasyarakatan di Indonesia melestarikan budaya ini serta menjadi penentu kekuatan dan kemesraan. Mudah-mudahan saja silaturrahmi ini tetap langgeng dan tidak terpolitisi. (Apresiasi pada Lailatul Ijtima'Pcinu Mesir, 070311, Nasr City - Cairo)

8. Semilir angin dan laju kecepatan membuat beberapa kali harus memejamkan mata. Sepanjang Madinah Nasr, hanya daerah Makrom yang agak rame, beberapa pemuda berebut kursi untuk berangkat kerja. Ramsis yang merupakan jantung transportasi tampak lalu-lalang tua, muda, pria dan wanita. Kota ini berlarut sepi, ternyata setelah saya sibakkan lengan baju, jarum jam menunjukkan pukul 02:03 am. (100411, Ramsis - Cairo)

9. Tahya Misr... tahya masriyin... nggak tau kenapa, hari ini banyak sekali orang Mesir yang memberikan senyuman adem di sore hari. Saya suka dengan kepribadian low profile, hm... bahiba' Misr... ihfad Misr... Baladan aminan... Baladi, baladi... baladi. (Romantisme Sore, 130411, GENENA - Cairo)

10. Sidang Paripurna Majlis Permusyawaratan Anggota PPMI, cukup menjadi catatan sejarah hidup. Sidang ini hanya menfokuskan pd evaluasi kinerja DPP Ppmi Mesir. Fraksi Qiyada memberikan masukan kepada DPP supaya tidak menampilkan iklam/pamlet dengan gander Partai Politik dalam media DPP apa pun. Berikutnya, kita cukup kecewa atas pembagian buletin Cahaya Keadilan dalam SALAM AKBAR. (140411, Wismanusantara)

11. Pemuda Pembangun Bangsa: bukan mereka yang tertidur, bukan mereka yang terbius kepentingan, bukan mereka yang merusak sistem, bukan mereka yang ngawur, bukan mereka yang caper perhatian, bukan mereka yang menjual nama baik dengan partai politik, bukan mereka yang menggadaikan da'wah dan Islam, akan tetapi mereka yang sadar bangun, berlari dan inovatif. (Share Untuk Bangkit, 150411, Nasr City - Cairo)

12. Masih relatif muda bukan suatu alasan untuk bermalas dan cenderung statis. Konsepsi, berani dalam menjarah tataran aplikasi, evaluasi dan sinergi semuanya adalah kunci. Mari memulai, kurang percaya diri cari backing mental, skill, modal serta patner yang memadai. (Untuk spirit muda Direktur Shaliza Firza, 180411, Nasr City - Cairo)

13. Ingin merubah paradigma mahasiswa/i pinggiran yang politik dan kekuatan menjadi riset dan akademis. Salah besar jika mahasiswa satu dua tahun awal di Cairo harus bersentuhan dengan konsep metodologi riset yang rumit apalagi ikut partai politik, lebih sial dan paling celaka. Kami butuh menciptakan iklim riset, dari studi kasus yang sederhana hingga yang rumit. (180411, Nasr City)

14. Dasar! hari ini memang gokil, mana ada coba minta wawancara harus ke tempat yang saya saja belum pernah ke sana. huft... pertanyaannya bulet-bulet jawaban saya juga saya bulet-buletin... hahaha... Kalau saja wawancara seperti ini setiap minggu bisa menjadi obat awet musa... (Jalan-jalan di Zamalek, 200411, Cairo City)

15. Kawan-kawanku semua, kita adalah masyarakat terdidik, mohon semuanya dipecahkan dengan sebaik dan searif mungkin. Berdialog sedikit lama dengan tujuan mencari titik temu dan jalan keluar jauh lebih baik dari pada sekedar emosi dan mengedepankan ego pribadi. Saya percaya kawan-kawan cerdas dalam berfikir dan menentukan pilihan. (I love you all, 210411, Cairo City)

16. ON AIR: Terima kasih kepada DPP Ppmi Mesir karena telah bersikekeh dalam membuat relasi yang luas. Salah satu stasiun Radio Mesir, Shout al-Arab telah mempercayakan Indonesia dalam ikut serta mengisi acara. Saya jadi tahu banyak perihal mekanisme penyiaran baik yang terkait radio atau televisi, thank... sukses untuk DPP. (Markaz al-Idza'ah wa Telefiziun, 220411, Tahrir - Cairo)
17. BURUAN...! ada diskon hingga 50 % buku-buku bagus baik yang ditulis oleh generasi Turast atau generasi Modern. Macam keilmuan yang dibidik pun beragam, dari yang berkaitan dengan ilmu-ilmu di dunia hingga ilmu-ilmu untuk mengenal akherat. Silahkan datang di Darrasah, Samping Masjid Sayyidina Husain, ingat hanya hari ini dan sampai jam 9 pm saja. (230411, Cairo)

18. Hari yang sangat indah, iklim spoe-spoe layaknya di bumi pertiwi dl, samunasim oleh orang Mesir menyebutnya. Kami mulai dengan hormat takdim kpd Sayyidina Maulana Imam Husain, Pemuda Ahli Surga. Di Azhar Park ramai sorak sorai, akan tetapi kami tetap pada candu-candu cinta ajaran Tuan Kebijakan. Terima kasih ya Sayyidati Bintan Imama nadrah wa madad hari ini, telah membasahi ceruk-ceruk hati. (240411)

19. SAMUNASIM II: Sengaja ke Tahrir untuk menikmati cuaca paling indah sepanjang tahun. Melihat dan merasakan air Nil dan sunset mentari yang semakin redup. Tidak sebatas itu, di depan Wizarah al-I'lam ratusan warga Mesir protes atas suara rakyat. Kita cukup melihat dan memberikan apresiasi apa pun itu, tentunya yang membawa Mesir kepada yang lebih baik. (250411, Cairo)

20. Membuka mata dan merasakan kesegaran di pagi hari setelah padatnya aktivitas tiga hari terakhir ini. Terima kasih buat teman-teman Lakpesdam Mesir atas kebersamaannya selama ini. Terima kasih pula buat rekan-rekanita satu spirit semangat dan cita-cita. Semoga apa yang kita mimpikan akan segera terwujud dalam membuat warna-warni untuk Indonesia dan dunia pada umumnya. (260411, Nasc City - Cairo)

21. SAMUNASIM III: Menikmati redupnya mentari hingga benar-benar tenggelam dan hilang. Senja yang begitu bersahabat dengan senyum bunga-bunga di kanan kiri. Sesekali senyumnya indah dan semakin indah. Dia bernyanyi mengingatkan masa-masa dimana ketika aku, dia dan dingin beriringan sepanjang senja. Kali ini terasa lebih indah karena dia, samunasim, bunga & mentari turut hadir dalam hati. (Hadiqoh Dauliyah, 270411, Cairo)

22. Bersama para pimpinan Bpa Ppmi dalam mempersiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi term II (RAPBO II). Terima kasih kepada para pimpinan Kafi Tetap Tersenyum, Ahsanul Husna atas kebersamaannya selama ini. Tidak lupa juga, terima kasih kepada para Pekerja BPA yang selalu bersikekeh dalam merealisasikan setiap agenda sidang. (280411, Cairo)

23. Kerja karas harus tetap kita nikmati. Semuanya akan tetap terasa ringan dan menyenangkan jika kita sudah memahami angelnya. Terima kasih kepada langit malam atas kemesraannya selama ini, setidaknya untuk melepas lelah dan letih. Terima kasih atas cerita-ceritanya, terima kasih atas nyanyian-nyanyiannya dan terima kasih atas semua... (SAMUNASIM IV, 290411, Awal Abbas - Cairo)

Read More

Catatan Sejarah (Maret 2011)


Maret 2011

1. The wind carries the messages, don't write your messages on the leaves, when these messages reach foreign land, they will cause only grief. (Language of Love, 010311, City Star - Cairo City)

2. Hanya ada dua pilihan, terus maju atau berhenti. Masih banyak hal yang belum bisa terselesaikan, masalah moral, masalah ahlak, masalah Ekonomi, masalah Politik dan masalah-masalah disekitar negeri tercinta. Kadang terasa capek, terlelap dan mimpi buruk. Saya hanya ingin merasakan kehancuran negeri dalam mimpi bukan dalam fakta. (Cita-cita, 020311, Cairo City)

3. Saya sangat lelah dengan kepenatan, saya hanya ingin tidur malam ini. Ternyata saya belum tidur tiga hari tiga malam, meski demikian masih begitu banyak hal-hal yang belum bisa diselesaikan. Tuhan, bimbing hamba... Lapangkan dan permudah semuanya. (040311, Cairo City)

4. Ada orang yang tau sedikit pada sedikit hal, ada juga yang tau sedikit pada banyak hal, ada pula orang yang tau banyak pada sedikit hal, tapi aku ingin tau banyak pada banyak hal. (Pemuda Indonesia, 040311, Cairo City)

5. Apresiasi terhadap kebangkitan para pemuda dengan "Silaturrahmi yang bercorak kultural". Silaturrahmi Kultural lebih bersifat tulus dari pada Silaturrahmi Politis. Kekuatan dan ide-ide pemecah masalah sosial akan terurai dalam komunikasi-konsepsi dan praktik-praksik sosial. (Silaturrahmi Kultural, 040311, Cairo City)

6. Everyone loses their senses, they lose their senses in love, the hearts intoxicated, the eyes look in a different direction, and the feet move in a different direction, elation seems like sobriety, my dreams are right before my eyes. (Language of Love, 050311, Cairo City)

7. Terkadang, sesuatu yang tidak dapat kita lihat itu lebih penting dari pada sesuatu yang dapat kita lihat. Misalnya, prediksi-prediksi dalam Makro-Ekonomi lebih penting dari pada praktik-praktik Mikro-Ekonomi. (Economic Squar, 070311, Cairo City)

8. Dalam segala hal, kita butuh konsepsi. Dari praktik-praktik Ekonomi Makro atau pun Mikro, dalam berpolitik pun sama, konsepsi menempati urutan paling signifikan dalam high class politik atau dalam nafas perpolitikan di daerah-daerah. (Economic and Politic Square, 070311, Cairo City)

9. Ya Sayyidana... Ya Maulana... Ya Habibana... Saya sangat rindu padamu. Dari Subuh hingga Subuh lagi saya hanya ingin bersamamu, bersama kasih asli yang tidak pernah melukai. Saya hanya ingin bersamamu memelukmu lebih mesra dan mesra lagi. (Madad, 080311, Cairo City)

10. Konsepnya terpusat di hati, jika memang baik hatinya semua peranggainya akan baik. Hak-hak yang bersentuhan dengan Tuhan atau pun Jagad Raya akan baik pula. Intinya, tidak perlu anda menggosongkan jidad, memanjangkan jenggot atau meninggikan celana anda hanya karena riya' kepada para manusia dan jin. (Garansi Masuk Surga, 090311, Ramsis - Cairo City)

11. Dalam berbagai hal, kadang kita harus gesekan dengan orang-orang di sekitar kita demi kedewasaan atas tuntutan waktu. Ada perbedaan antara orang yang menguasai emotion control dan yang tidak, faktor ini tidak ditentukan berdasar pada jenjang tinggi atau kualitas lembaga pendidikan. Kuncinya hanya satu; mencoba merasakan apa yang orang lain rasakan. (Lentera Suci, 100311, Cairo City)

12. Pada gilirannya siang akan benjadi malam, hari akan terus melaju dan berubah menjadi minggu dan seterusnya. Terkadang harus menanyakan, apakah hal-hal yang selama ini kita jadikan rutinitas atau kita pegang teguh-teguh sudah masuk dalam orbit cita-cita hidup, ada banyak bujuk rayu yang sering menggelapkan mata kita serta mengalir dengan lembut hingga menggarat dalam hati-hati hina. (100311, Cairo City)

13. Terlihat semakin banyak para pedagang di Ramsis Square. Saya cukup senang melihat masyarakat Mesir berdesak-desakan dalam lakukan kegiatan ekonomi. Saat itu pukul 11:30 pm, dimana ketika tatapan langit yang semakin sayu dan tiupan anggin yang semakin dingin tidak mengurangi semangat dan rasa gembira dalam lalui semua. Bahibak Masry... (120311, Ramsis - Cairo City)

14. Dalam 5 hari terakhir seekor burung gagak sering terlihat bertengger dalam dekat pandangan mata, ternyata tanda bahwa nenek kita harus bepergian meninggalkan dunia dan menuju kehidupan yang lebih baik. Untuk kakak-adek Rondi Zain - Ikrima El-MarRos sampaikan salamku pada nenek kita yang telah memberikan pendidikan cita-cita hidup. (Allahumagfir laha, 130311, Cairo City)

15. Irama-irama kebenaran Tauhid berjatuhan ke bumi dan disebar luaskan oleh Tuan Kebijakan, Begitu lugas dan lepas sehingga banyak pecandu cinta yang mabuk kepaya. Selalu mesra dalam dekapan Maulana, candunya adalah kalam-kalam suci bak mutiara. (Madad, 160311, Nasr City - Cairo)

16. Peta politik Sastra Indonesia (1908-2008) cukup menarik untuk kita ulas lagi. Kita akan bersentuhan dengan Arief Heryanto dan Sastra Indonesia yang Apolitis, setidaknya jika sejarah milik negeri kita sudah mengajarkan kapan kita harus berpolitik dan kapan harus tidak! Kurang bijak jika kita salah dalam meletakkan kepentingan-kepentingan politik, apalagi dalam agama. (Karya Negeri, 160311, Cairo City)

17. Bagi saya lebih baik bertahan dan sendirian dari pada harus bersama akan tetapi penuh kecurigaan. Partai politik dengan gender KS yang telah dibangun dengan susah payah hingga terkadang melupakan idealisme sebagai manusia atau menghapus norma-norma yang berlaku selama ini, terpaksa sekarang berdiri dalam kecurigaan antar pelopor parpol. (Luka Politik, 190311, Cairo City)

18. Kita tidak perlu ingin menjadi apa-apa, akan tetapi kita harus siap menjadi apa saja. Kita lahir tanpa membawa apa-apa, mati pun tidak membawa apa-apa, sehingga kita harus siap menerima apa saja. (Lepas Dimensi, 200311, Cairo City)

19. Malam yang semakin sunyi, apakah kau yang masih di sana tetap ingat suluq pada Rabbi? Pada kalam-kalam suci yang ditebarkan Sang Lentera Hati, pada kebutuhan ruh yang sebenarnya perlu asupan kasih Rabbi. (Madad, 210311, Cairo City)

Read More

Catatan Sejarah (Februari 2011)


Februari 2011

1. Ada banyak orang yang kadang bingung dengan apa yang mereka lakukan atau pelajari... Pada dasarnya semua konsepsi kehidupan ada di depan mereka dan dalam bisik hati-akal paling sederhana... Kuncinya terletak dalam restu Sukma Sejati, Sayyidi Musthafa. (24022011, Abasea-Cairo City)

2. Banyak dari golongan muda yang terlena dengan cita-cita bangsa... Sementara dari golongan inilah kemajuan bangsa dipertaruhkan... Kurang bisa dalam meredam keindahan perbedaan merupakan aspek paling utama dalam melupakan cita-cita bangsa. (25022011, Cairo City)

3. Konsep koalisi dalam high class politik ternyata harus benar-benar berani bermuka dua... Perwakilan PKS dan Golkar dalam jajaran dewan legislatif berani tidak sepakat dengan PD perihal angket mafia pajak... Akan tetapi presiden PKS tetap akui kontrak politik dengan PD... (Seni-Seni Politik, 250211, Cairo City)

4. Kenapa, para elit politik tidak fokus pada cita-cita bangsa?... Mungkin karena pekerjaan yang monoton, pekerjaan yang sama setiap tahunnya... Sesekali memang tantangan dari luar harus ada dan kita lawan serentak, supaya lupa dengan KKN, debat kusir dan mempermasalahkan sesuatu yang sifatnya kurang substansial, tentang angket misalnya... (Lucunya Negeriku, 250211, Cairo City)

5. Kepentingan dalam gedung parlemen layaknya benang kusut... Semua perwakilan partai memiliki kepentingan demi exsistensi dan keseimbangan politiknya... Satu-satunya cara adalah dengan dua tangan yang memiliki satu tujuan untuk mengurai kepentingan kusut pada yang katanya perwakilan rakyat. (Dewan Partai Rakyat, 260211, Cairo City)

6. Libya adalah contoh bagi kita semua... Hanya catatan, elit politik yang ada di Indonesia nggak perlu mempolitikisasi... Biarkan AS dan PBB mengambil beberapa kebijakan terkait sikap Khadafi... Kami lebih bangga jika para pemegang perang terpenting di parlemen dan kabinet lebih serius dalam melakukan fungsi-fungsinya. (Harapan Bangsa, 260211, Cairo City)

7. Ada Partai Nasional yang menyerukan Aqidah Islam... Sangat percaya diri dengan konsep aqidah yang mereka yakini... Ternyata aqidahnya benar akan tetapi tidak paling benar... Mereka menyebutnya dengan Teologi, sementara kami lebih suka dengan terminologi Tauhid. (Restu Tuan Kebijakan, 260211, Misr Sudan - Cairo City)

8. Nominal uang dan kenyamanan fasilitas sering menjadi alat penukar yang tinggi, tidak semua orang yang mengatakan demokratis, sufi, anti korupsi, partai da'wah, akhi-ukhti, salafi dll adalah representasi dari apa yang mereka katakan. Duh... Gusti, jaga hati-ruh kami untuk tidak tergiur merah-hijau duniawi. (Catatan Cinta Tahta, 260211, Cairo City)

9. Sebab orang fanatik adalah karena tidak mengetahui, bisa juga karena belum menemukan dunia baru atau takut kehilangan dunia lama. Menjadi mahasiswa tidak perlu harus mengikatkan diri dengan Partai mana pun yang dianggap prospek, karena di titik ini anda sudah masuk dan menjadi komoditi politik yang amatiran. (Kata Dusta, 280211, Abasea - Cairo City)

10. Come into my life like the dawn, fade away like the dusk, I've laid out my dreams in your path, be cereful not to step on them, slowly... Unknowingly you deserted my thoughts, but I can't stop thinking about you, the moon waits for you, the dew waits for you, I just remembered that. (Language of Love, 280211, Cairo City)

11. How can it be you're asking me to feel, the things you never show. (Star City - Cairo City)

Read More

Catatan Sejarah (Januari 2011)


Januari 2010

1. Sanah helwah ya gamil... Sanah helwah ya gamilah... Sanah helwah ya Maulana... Sanah helwah ya Imamana... Sanah helwah ya Sayyidana... Sanah helwah ya Habibana... Tahun baru ini saya hanya akan mengisi hatiku dengan cinta kepadamu dan cinta atas bimbinganmu. (New Year 2011, Abasea City)

2. Tahun baru di bumi terbaik, bumi yang mengajarkan sejuta rasa, bumi yang mengajarkan berjuta cinta, bumi yang mempertemukan dengan Murobbi al-Arwahina, bumi yang mendekatkan dengan Sang Habibana, bumi yang mengenalkan dengan Sang Sayyidana, bumi yang mengajarkan sejuta bahasa, bumi yang di dalamnya penuh cinta, bumi yang... . Sanah helwah ya Habibana, ya Imamana, ya Sayyidana, ya Maulana. (New Year 2011, Abasea City)

3. Sanah helwah kepada penghuni langit dan penghuni bumi, rasa cinta senantiasa kita satukan demi estetis Jagad Raya. Supaya indahnya pagi tetap dalam cinta-Nya, supaya romantisme malam tetap dalam cinta-Nya, supaya mentari bersinar tetap dalam cinta-Nya, supaya bulan tersenyum tetap dalam cinta-Nya, supaya para manusia mengetahui tujuan hidup dan tetap dalam cinta-Nya. (New Year 2011, Abasea City)

4. Fajar pagi yang mencoba menyajikan persembahan terbaik kepada semua hamba yang masih setia atas suluk Rabbi. Betapa Fajar Pagi sangat setia menemani setiap hamba dalam lalui tangga-tangga menuju bahagia-mesra. Fajar Pagi kali ini adalah Fajar istimewa karena karunia Rabbi masih berkenan memberi kesempatan untuk menggapai prestasi yang lebih tinggi. (New Year 2011, Abasea City)

5. Semuanya akan baik-baik saja. Langit tetap cerah dalam selimuti bumi, dinding-dinding salju di ufuk Barat, Timur, Selatan, Utara dan semua penjuru masih kokoh dalam menyangga langit. Walau beberapa kali tikus-tikus mencoba membuat pengkaburan dan menjejali faham-faham dhohiriyahnya, kami tetap tidak akan terpedaya, karena kami memiliki Murobbi sebenarnya Murobbi. (Ramsis City)

6. Sopan santun ucapan, tindak-tanduk dan dalam beriman adalah sangat penting. Orang yang tidak memiliki sopan santun, hendaknya kita biarkan saja karena memang bisanya seperti itu. Sudah pada tataran level doktoral tapi jika tanpa memiliki sopan santun tetap dikatakan sebagai orang yang gagal dalam belajar. (Kontemplasi, Giza City)

7. Cintamu mesra dan abadi bukan seperti cinta para manusia yang masih hub dunyawi. Ya Imamana ya Sayyidana bimbing hamba menuju Istana Cinta. (Nadrah wa Madad, Taman Surga Sayyidana Maulana Imam Husein Ra.)

8. Trip in night, sepi... Beberapa pekerja malam berebut waktu karena sudah hampir pada penghujung malam, aku tidak tahu persis tentang apa yang mereka pikirkan, bagiku semangat besarnya perlu untuk ditiru. (03.15 am, Ramsis City)

9. Memulai belajar untuk ujian akhir... Sepanjang cahaya itu masih menyerta semuanya bisa, selain suatu yang sudah paten ala itlaq. (Ujian akhir, Abasea City)

10. Bukankah untuk sampai dipuncak, kita harus melewati satu demi satu tangga. Pelan-pelan pasti selalu ada jalan di depan sana. (Abasea City)

11. Malam sunyi senyap, sepi. Tiada suara, tiada bising apalagi gema. Hanya ada goresan-goresan cahaya dari bintang-bintang yang bertaburan dalam hampar luas angkasa. Wahai langit, kenapa sunyi sekali malam ini, atau memang ini sudah menjadi kehendak Rabbi? (Sepi, Abasea City)

12. Do... So Done...

13. Arus emosi masih saja menjulur dan memaksa masuk dalam bilik-bilik hati. Duh Gusti, adakah aku memiliki kesempatan dalam berbenah menata hati, sandingkan hatiku yang keruh ini kepada sumber lentera hati, kalau pun tidak pantulannya tidak jadi apa, kalau pun tidak aku hanya pasrah pada-Mu. (Exam, Abasea City)

14. Mata panah yang meluncur dan benar-benar telah menembus hati yang semakin sakit. Hati menjadi semakin keruh dan benar-benar kabur dalam saring rasa. Tiada yang dapat mengobatinya kecuali Maha Guru dan atas izin-Nya. (Noda-noda hati, Abasea City)

15. Ada banyak kutipan-kutipan yang seharusnya diambil dan dijadikan perbaikan sistem atau tingkah laku personal. Ketika sistem semakin memburuk dan ditambah lagi oleh mental-mental oportunis atau yang menganggap orang lain oportunis adalah bentuk dari cuci tangan atau mencari cara supaya tetap hidup. Serta tidak menjamin tingginya strata pendidikan dalam mengkikis virus-virus itu. (S3 gadungan, Abasea City)

16. Penghujung malam yang semakin dingin dan sepi. Adakah kau yang di sana tetap lantunkan nada-nada cinta kepada Sang Pemilik Semesta, sembari memandang ufuk jauh sehingga begitu nyata kebesaran-Nya. Sekelilingku seolah sayu karena larut dalam irama-irama mesra alam demi puja puji atas-Nya. (Resonansi Mesra, Abasea City)

17. Open mind, ternyata memiliki standar yang beragam. Ada orang yang mengatakan sudah memiliki pemikiran terbuka akan tetapi setelah kita amati secara seksama ada beberapa sisi penting tapi terlupakan dari standar open mind secara umum. Sehingga dibutuhkan saling terbuka dan interaksi produktif antar sesama. (Social Mind, Abasea City)
18. Ketidak stabilan memang sudah khudrah, setidaknya untuk tetap berpacu dalam gapai asa masih tetap ada. Nggak ada salahnya memiliki mimpi, karena mungkin mimpi akan menjadi do'a terindah dalam hidup, pemacu cita-cita serta menjadi penghibur dalam lika-liku duka. (Pagi dan Mentari, Abasea City)

19. Berusaha meluruskan batang kayu yang mulai kurang menguntungkan. Matahari harusnya menjadi tujuan pertumbuhan julang batang kayu belia itu. Tidak jadi apa masa itu, titik terpenting adalah pembenahan dengan sepenuh kesadaran. (Fajar Pagi, Abasea City)

20. Revolusi bisa dimulai dari suatu partai atau pencerahan baru oleh para pelopor, yaitu kaum elit yang menurut Lenin dua belas orang bijaksana akan memimpin seratus orang bodoh. (Lenin 1902: 204-205, Abasea City)

21. Demokrasi borjuis bukanlah demokrasi representatif, karena kenyataan politik yang cacat dalam hal aspirasi warganegara dan sistem perwakilan dengan corak desentralisasi. (Gramsci 1975: 1386-93, 1624-35; Davidson 1977: bab 3., Abasea City)

22. Pertarungan antara hegemoni-hegemoni sebenarnya adalah upaya untuk memperebutkan bentuk pandangan yang rasional-subyektif dan bukan memperebutkan substansinya, fakta-fakta yang bermuara pada pemaknaan. (Gramsci 1975: 1400, Abasea City)

23. Idha daqo' al-amru itasa'a waidha itasa'a doqo'. Wah... Wah besuk ada ujian semester kok mati lampu, kekuatan membaca dan menghafal sedikit redup. Tuhan, berkati saya! (Doa dalam remang kota)

24. Kolonialisme menemukan Islam dalam bentuk penemuan kuasa, berupa hegemoni kultural-pengetahuan dan kekuatan militer yang mendominasi Middle East adalah cetak biru dari Bill Aschroft dan Pal Ahluwalia dalam tulisannya Adward Said; The Paradox of Identity. (Nasr City)
25. Every time I look into your eyes, I see my paradise. The stars are shining bright up in the sky, painting words of desire... (Dream World, Abasea City)

26. Mulai lelah dengan dinamika, hanya karena ada sekian banyak manusia yang tidak laku dalam standar "Exspor-Impor". Mengarat bersama dengan jamur-jamur Cairo dan berusaha menjadi Fir'aun, Haman dan Qarun. Tuhan, lindungi kami dari sekte-sekte yang mengikat dan mencoba membuat promodialisme sesat, karena berfikir dan bertindak atas dasar intepretasi eklusif. (Nafas Hidup, Qattamea)

27. Untuk kedua kalinya menyaksikan revolusi... (Cairo City)

28. Kawan-kawan mahasiswa di Mesir pada persiapan pulang mengingat keadaan politik di Mesir semakin memanas, kemarin konflik antar dua kubu pembela dan oposisi Pemerintah bentrok fisik. Itu artinya, penyelesaian mufakat atas sistem dan kebijakan susah bertemu dalam satu kombinasi rasa. (Cairo City)

29. Yang mendaftarkan diri untuk dievakuasi lebih dari 2500 mahasiswa, hendaknya kawan-kawan untuk kerja samanya, Presiden sudah memberikan fasilitas pengungsian ke tanah air untuk sementar, tinggal koordinasi dari KBRI Cairo hendaknya lebih ditekankan lagi, terutama babakan dalam penggiringan opini. (Cairo City)

30. Kalau Prancis memiliki warga negara di Mesir 10.000, Inggris 30.000 dan Rusia 40.000 orang. Kenapa Indonesia yang hanya memiliki warga negara di Mesir kurang dari 6.200 kesulitan dalam profesionalisme penertiban evakuasi. Presiden, Kementrian, Kedutaan serta Tim Khusus & Ahli adalah penentu. ??? (Cairo City)

31. Jum'at 28/01-Jum'at 4/02 adalah rentetan hari-hari yang tersusun acak dan memiliki karakteristik suara yang beragam, seperti suara guitar sore dulu. Perbedaannya adalah pada resonansi indah yang dihasilkan, kalau guitar resonansinya lebih merdu ketimbang letusan, jeritan, pukulan, makian, tembakan, serta suara-suara perusak psikis lainnya. (Cairo City)

32. Pemerintah Mesir sangat cerdas, dan saya percaya Presiden Husni Mubarak benar-benar belajar pada peristiwa Mei 1998 di Indonesia. Strategi politik yang begitu gemilang benar-benar saya saksikan dalam beberapa rentetan peristiwa yang menginginkan revolusi. Tetapi sayang, salah satu partai besar di Indonesia mengambil langkah amatiran, yang cukup memalukan Negeri. (Cairo City)

33. Partai amatiran dan kadernya memang meresahkan kalayak ramai. Sebelum pemilu depan, mudah-mudahan bubar dan tidak akan lahir lagi dalam negara tercinta. Kalau pun petinggi itu menyatakan pernyataannya diplintir kenapa kadernya di Cairo sempat membohongi publik perihal dedikasi atas kawan-kawan yang dievakuasi. Jelas itu bahasa politis dan mencoba menjadikan segala even sebagai komoditi politiknya. (Cairo City)

34. Sifat al-Azhar perlu kita tauladani, meskipun eksis dan terkenal sudah dalam bilangan ribuan tahun akan tetapi lembaga ini tetap tau diri tidak pernah melakukan tindakan atau statemen bodoh seperti yang dilakukan partai amatiran atau kader-kadernya. Tidak pernah menjadikan segala kesempatan sebagai komoditi yang dianggap menguntungkan! (Cairo City)

35. Believe in Allah and His Massenger, and spend (in charity) out of the (substance) where of He has made you heirs. For, those of you who believe and spend (in charity) is a great reward. (Cairo City)

36. Sekarang dan dua minggu silam, logika politik, sekian macam strategi politik serta berbagai macam kepentingan sangat kentara dalam kebijakan pemerintah Mesir, Indonesia dan beberapa masyarakat madani. Saya masih cukup herang dengan oknum pemerintah dan masyarakat madani yang mencoba mendekati even dan kepentingan politik tanpa dengan ilmu dan analisa politik. (Cairo City)

37. Demokrasi adalah segala keputusan yang diserahkan sepenuhnya kepada rakyat, lewat perwakilan-perwakilannya. Akan tetapi jika rakyatnya saja membingungkan dan tidak berfikir panjang atas keputusan yang melibatkan kalayak ramai dan keputusan itu memiliki banyak konsekuensi, lantasan bagaimana moral wakil kita jika kita saja masih jauh dari harapan bangsa. (Benalu Politik, Cairo City)

38. Suara klakson-klakson mobil di sepanjang jalanan Cairo riuh bak mendapatkan kemenangan atas revolusi. Tapi sedikit mengganjal, kenapa yang menyampaikan pengunduran kabinet Hosni Mubarak bukan dia langsung, melainkan lewat pidato kenegaraan Omar Sulaeman. (Watak-watak yang keras dan kukuh, Cairo City)

39. Di pertengahan malam saya harus terbangun, dan mengingat peristiwa paling menarik sehari yang terlewati. Di jalanan luar masih ramai dengan kendaraan akan tetapi tidak beriuh ria dengan membunyikan klakson panjangnya. Pidato Omar Sulaeman sedikit memuaskan kelompok oposisi, sepertinya hasil dari Sidang Istimewa nanti tetap menjadi perhatian seluruh masyarakat Mesir. (Cairo City)

40. Mundurnya kabinet pemerintahan Hosni Mubarak merupakan awal batu tapal dari cita-cita kelompok oposisi. Sekarang, demonstrasi rakyat Mesir diarahkan pada kesejahteraan sosial, dengan ditandainya protes dibeberapa lembaga pemerintah atau swasta perihal tuntutan naik gaji. (Cairo City)

41. Oh, charming eyes I have heard that your eyes cast a beautiful spell and those spells show beautiful dreams. Why don't you visit my dreams as well? Come down on earth and come see me! Come see me beyond the restrictions of time. Try to understand what my eyes try to convey. (Ramsis, Cairo City)

42. Sanah Helwah ya Habibana, ya Imamana, ya Sayyidana, ya Rosulullah. (Maulid, Cairo City)

43. Kamulah yang merubah angin tengah malam menjadi tidak mencekam. Kamulah pembawa aura kasih dan memasukkannya dalam setiap hati yang salim. Kamulah sang lentera Jiwa yang membawa para jiwa mujur dalam lalui suluq-Nya. Kamulah cahaya itu, cahaya kebenaran yang setiap zamannya selalu menjadi penerang. (Sukma Sejati, Nasr City-Cairo)

44. Perekonomian Mesir pasca revolusi ambruk total. Undang-Undang Dasar, UU, eksekutor dan semua perwakilan yang memiliki fungsi legislasi serta yudikasi dibekukan. Pemerintahan sementara dialihkan kepada Dewan Tertinggi Militer. Ada beberapa kebijakan menarik terkait masalah ekonomi, Mesir mengurangi impor dan berusaha mengcover segala kebutuhan dari produk dalam negeri. (Nasr City, Cairo)

45. Leo Spitzer berusaha mengaitkan unsur subyektifitas dan obyektifitas dalam sebuah kajian sintaksis. (Abasea, Cairo City)

46. Perbandingan sastra adalah penting dalam sejarah sastra dan kritik, karena upaya ini mempu untuk mengungkap sumber-sumber arus pemikiran dan artistik sastra nasional. (Dr. Muhamed Ghoneim Hilal, Abasea - Cairo City)

47. I heard a faint whisper, call out my name, the eyes lowered and rose up again, and she slowly greeted me. Every time he spoke, God spoke through her eyes, always stay close to me, convey everything through your eyes, I felt relieved to see you. (Abasea - Cairo City)

48. Terima kasih, disamping telah menciptakan sekolah untuk pertamanya ternyata kalian berdua masih senantiasa memberikan do'a dan nasehat mulia. Tuhan, jaga mereka seperti halnya ketika mereka menjagaku saat masih belia. Tuntun kami pada cinta kepada-Mu seperti cintanya para wali dalam mencintai-Mu. (Madad, Abasea - Cairo City)

49. I have to keep moving ahead, with the burning, without you I'm destined to yearn all night long, With or without you.., these beautiful moments seem to have frozen in time, it's difficult to endure, I even breathe without you, The heart beats even in your absence, I just remembered, I heard a faint whisper, call out my name. (Love, Abasea - Cairo City)

50. Ada kekawatiran sedikit perihal perekonomian Mesir. Negara harus senantiasa memberikan subsidi dengan tujuan supaya harga tidak melonjak, sementara pendapatan devisa negara sekitar tiga minggu terakhir agak tersendat. Sektor pariwisata, perusahaan-perusahaan milik dalam negeri dll harap cepat membaik demi Mesir tercinta. (Abasea, Cairo City)

51. Terima kasih Mesir, engkau benar-benar tanah airku yang kedua. Saya sangat salut dengan tengah penyusunan konsepsi-konstitusi beserta kebijakan-kebijakan yang menyentuh civil-society. Saya tau kau benar-benar membutuhkan pemasukan devisa yang lebih signifikan, tetapi moral baikmu yang ditunjukkan oleh masyarakatmu benar-benar bukti "welas asih". (Misr Bahibak Awi, Cairo City)

52. Terima kasih kak Molly Ardika, share 15 menit ternyata bisa membuat segar kembali suasana hati. Bintik-bintik hitam yang sempat nyangkut di dendrit-dendrit otak terurai dan sekarang segar lagi. Saatnya, fokus ke beberapa hal yang penting saja, nggak perlu menghabiskan waktu hanya karena bingung, karena tidak tau harus melakukan apa!. (Ujung Malam, Cairo City)

Read More

Catatan Sejarah (Tahun 2010)

November 2010-Desember 2011


1. Tahapan cerdas untuk memberi titik pada sebuah kesimpulan adalah dengan uji coba. Menguji lebih detail akan menghasilkan kesimpulan yang lebih matang, oleh karenanya identifikasi sering menjadi tahapan pertama dalam pendalaman dan peningkatan kedewasaan intelektual, emosional dan spiritual. (Uji uji dan uji, Tajamu' Khomis)

2. Konferensi Cabang (Konfercab) yang merupakan agenda dwi tahunan PCINU Mesir, kembali diselenggarakan pada hari Rabu, 10 November 2010. Kegiatan yang dihelat di Auditorium Griya Jawa Tengah ini beragendakan laporan pertanggung jawaban pengurus syuriah dan tandfidziyah PCINU Mesir masa periode 2008 – 2010.

3. Intuisi Bergson merupakan suatu mediasi makrifat Sufi. Tuhan tidak membutuhkan pembuktian, karena kita bisa merasakan-Nya dan kita menggambil kehidupan dari pada-Nya. Kehidupan hanyalah keyakinan pada Tuhan dan mengenal-Nya adalah merasakan apa yang diharuskan oleh kehidupan. (Nasr City)

4. Cerita tentang ibu kamu ternyata tidak hanya sekedar membuatku semakin salut tetapi juga ada banyak hal suri tauladan yang bisa saya ambil. Semakin salut dengan kegigihan do'a dan usahanya, terima kasih duhai para guru-guruku. Saya hanya ingin mengajakmu pada dunia baruku, dunia penuh cinta, dunia penuh rasa dan dunia penuh segala-galanya. (Meski belum ketemu, tapi aku rindu ibu, Night In Trip)

5. Hari Raya lagi, rasanya cepat sekali, duh Gusti... ampuni hamba, kuatkan hamba, dan tabahkan hamba. Ya Maulana al-Musthofa... ya Murobbi al-Arwahina... bimbing hamba menuju titik terang itu, titik tujuan para Rasul, Ambiya' dan Auliya'. ya Walidani, ridho kalian adalah ridho-Nya, harapku akan ridho itu karena lebaran kali ini aku belum bisa memeluk tubuh hangat kalian. (Cinta-Rindu, Nasr City)

6. Makan li sharob... (Qonatir and Hadiqoh Dauliyah In 10 Muharam)

7. Basket pagi di Satu Tasriq, aneh... nggak ada suara, nggak ada angin, hanya ada kocehan bocah dan mentari pagi. Senyumnya mentari hangat, senyumnya ia mesra. (Sentral 2nd, Zahro' City)

8. Dalam buku L. Gandhi: His Life and Message to the World, Fischer mengabstaksikan Ahimsa dalam perspektif Gandhi. Ahimsa adalah salah satu filosofi Mahatma Ghandhi dalam proses panjang perjuangan kemerdekaan India. Filosofi ini memberi cetak biru pada anti kekerasan dalam setiap tindakan karena pada dasarnya, alamiyah manusia itu senantiasa cinta perdamaian. (Nasr City)

9. Psychology and Torture: Report of the Subcommittee on the Abuse of Psychological Knowledge for Purposes of Torture discus about Social Psychology modern human. We can find too understanding the Bush Doctrine: psychology and strategy in an age of terrorism. (Bad mood, {Maaf untuk malam ini} Nasr City-Hilwan City-Mator Qahirah)

10. Kolonialis menemukan Islam dalam bentuk penemuan kuasa, berupa hegemoni kultural-pengetahuan dan kekuatan militer yang mendominasi Middle East adalah cetak biru dari Bill Aschroft dan Pal Ahluwalia dalam tulisannya Adward Said; The Paradox of Identity. (Serat Histori antara Sayyidah Zaenab dan Ramsis City)

11. Dalam karya Arne Naes, yang berjudul Ecology, Community and Lifestyle mengilustrasikan bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta, sehingga manusia bertanggung jawab untuk menjaganya.

12. Proyek The Struktural Transformation of The Public Sphere terlihat ada pengujian dan rekonstruksi makna-makna historis atas gagasan tentang ruang publik; dapat dilacak juga pada The Theory of Communicative Action dalam pendasaran filosofisnya. (Happy and Morning, Move on Nasr City-Abasea City)

13. Aku mencintaimu duhai maulana tanpa pamrih, cintamu seperti ASI yang terus mengalir dalam setiap hidup. Kamu lah yang memanggilku untuk senantiasa mawas diri dalam setiap hidup. Mencintaimu sama dengan mendapat lentera dalam setiap hidup. Lambaian ridhomu adalah kebahagiaan dalam setiap hidup. (Madad Dalam Setiap Hidup, Bukhoirah Alexandaria)

14. Dalam buku Al-Metafisika al-Falsafah Ibn Thufail karya 'Athif al-'Iraqi dapat kita temukan bangunan pemikiran Ibnu Thufail (w. 1185 M). Buku ini mengilustrasikan bahwa Filsafat dan Syari'ah tidak bertentangan, baik Filsafat yang dibawa Yunani atau Filsafat yang dibawa orang-orang Arab. (Giza City)

15. Akeh kang apal Qur'an haditse//Seneng ngafirke marang liyane //Kafire dewe dak digatekke //Yen isih kotor ati akale
(Banyak orang yang hafal Al - Qu'an dan Hadits//Tapi suka mengkafirkan yang lain//Sedangkan kekufurannya sendiri tak pernah dipedulikan//Jika masih kotor hati dan akalnya)
Syi'ir "Tanpo Waton" Oleh K. H. Abdurrahman Wahid (Qattamea, Hilwan)

16. Dalam Drama Sophocles Oedipus Rex tersirat ilustrasi perasaan cinta dan benci yang diilhami seorang anak terhadap orang tuanya, dan ini lah yang kemudian memainkan peranan penting dalam kepribadian dan nafsu seseorang. (Kepada Sang Pengajar Cinta, Galaxi Cairo)

17. Dalam buku Epistemological Problems of Economics dan Theory and History mengabstaksikan bahwa "tujuan" mempunyai muara kepuasan atau menghilangkan ketidak puasan. Bahkan tujuan bisa dikatakan sebagai pencapean keadaan yang membawa kita pada suatu yang lebih baik dari pada hanya sebagai alternatif. (Qattamea-Hilwan City)

18. Disaat ceruk musim dingin yang semakin pekat dan ketika pesona purnama yang semakin memudar, aku ingin tetap bertahan karena melihat pancaran bahagiamu meski dalam sudut Kairo. Kamu selalu ada dalam setiap keluh kesahku, selalu menemaniku dalam setiap kegelisahanku serta selalu ada. Terima kasih padamu. (Hardees, City Star)

19. Tampak dari jauh sana gemuruh tapi mesra, lantunan suara yang kurang begitu bisa aku cerna maknanya sempat menggoyangkan bulu kudu dalam kedinginan Cairo. Semakin dingin terasa tetapi lantunan itu semakin jelas dan seolah-olah berjalan serta mendekatiku, ingin aku pastikan suara apa sebenarnya? (Lantunan puji dan cinta atas Baginda Musthafa, Nasr City)

20. Zoo and Mubarak Library enough for this day... Have nice dream. (Nasr City-Maslah Village-Giza City)

21. Ingin nuansa serba baru, sangat lelah. Setidaknya, meskipun purnama belum sempurna penuh tapi ada sedikit optimis untuk menatap besuk, terima kasih untuk hari ini. (Giza City)

22. Riad al-jannah, Madad... Madad... Madad... Madad... Madad... (Bait Sayyidina Husein)

23. Nadrah wa Madad... Candu estetis surgamu dan minuman pelepas dahaga jiwa benar-benar membuat tentram jiwa. (Bait Sayidina wa Maulana Imam Husain Radiallah Anhu)

24. Peshawar, Pakistan bayi tewas dan 26 orang cidera karena bom pada parede Sy'ah. Di Chabahar, Iran pada 15 Desember meledak bom bunuh diri dan menewaskan 33 orang dan 83 luka-luka. Di Timur Laut Bagdad, Irak bom bunuh diri meletus dan menewaskan 4 orang serta 17 orang luka-luka. Sampai kapan umat Islam berselisih dan belum mengetahui solusi menyurai mesalah-masalah sosial keagamaan. (Perang Karbala, Abasea City)

25. Keadaan sosial dan mental anak bangsa sangat memprihatinkan, konspirasi pelik atas kotornya birokrasi seakan menjadi rutinan. Di Blitar tercatat CPNS 11.031 orang dan 100 dari meraka main suap (60-150 juta rupiah) sementara penerimaan PNS hanya 320 di tahun 2010, itu artinya 1/3 dari PNS seluruh Indonesia mentalnya cacat. Sementara, SKPD dan para anggota dewan terlibat skenarionya. (Abasea City)

26. Tulisan Parsons dan Platt dalam The American University (1973), sebagai pemikiran yang berbeda dari tindakan general. Dalam tulisannya mencoba membuat standarisasi universitas ideal sebagai pembangkit kebudayaan kognitif. Sehingga benang merah dari buku ini sebenarnya adalah profesionalisme akademis yang didasarkan pada riset adalah unsur terpenting dalam masyarakat modern. (Abasea City)

27. Purnama malam berselimut dingin yang semakin pekat. Lagu-lagu cinta memuji Sang Baginda dengan eksotisnya. Racikan kata mesra yang membuat kami semakin larut dan terpesona. Oh... purnama, adalah kau sengaja saksikan kami dalam puji mesra? Ataukah justru pujimu lebih dalam atasnya? (Puji Mesra, Nasr City)

28. Nada-nada cinta memenuhi setiap palung hati dalam jiwa, serta membentuk formasi hingga terciptanya resonansi indah mesra yang berbungkus rindu. Purnama, adakah kau di sana masih melantunkan rindu-rindu itu? (Abasea City)

29. Ketika gelombang suara dan cahaya sudah dipenuhi oleh suci cinta, maka tidak akan ada lagi hati yang muram duja, hati yang peduh dusta, hati yang ingin tahta tanpa mengindahkan segala, hati yang buta karena harta, serta hati yang semakin kering dan nista. (Ketika pandai membaca, menulis dan retorika bukan segala, Abasea City)

30. Perdebatan antara golongan ahli antropologi ekonomi substantivis dengan golongan ahli antropologi formalis dapat disimak dalam Theoretical Issues in Economic Anthropology karya G. Dalton, 1969. (Menembus batas ruang lingkup, Abasea City)

31. Tidak cukup hanya pandai menulis, membaca dan retorika, karena akhirnya hanya akan resah dan nista. Harta, tahta dan wanita menjadi prioritas hidup di dunia, tanpa memperhatikan suluk menuju rahmat dan ridha-Nya. (Nadrah Madad, di Taman Istana Sayidina Maulana Imam Husain Radhiallah Anhu)

32. The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism (1904) melibatkan latar belakang sosiologi agama, sejarah dan hukum zaman pertengahan serta kuno, sosiologi musik "The History of the Piano", tindakan, perkotaan, kharisma, metodologi... Simpul besarnya adalah karena titik tekan Max Weber terhadap kebudayaan. (Abasea City)

33. Madness and Civilization (1961) adalah bentuk gagasan tentang arkeologi kebisuan penderita kegilaan. Tulisan-tulisan seirama sering Foucault tulis dalam memberikan illustrasi atas fenomena budaya-sosial. Sehingga karya-karya Foucault sedikit memiliki kontribusi terhadap teori kebudayaan dan teori sosial. (Michel Foucault, Abasea City)

34. Abstaksi dalam Use of Pleasure (1984 a) dan Care of the Self (1984 b) terdapat gerakan dalam kajian arkeologi. Oleh Foucault lebih menitik beratkan pada arkeologi problematisasi dan bukan mengenai diskursus. (Hubungan antara manusia dan dunia, Nasr City)

35. New French Feminisms (1980) merupakan bunga rampai yang disusun Elaine Marks dan Isabella de Courtivron merupakan upaya memperkenalkan pemikiran feminisme Prancis kepada kalayak dunia. Akan tetapi ada yang terlupakan dari pemikiran ini, yaitu operating system (OP). Analog sederhana, OP Java dan Symbian ternyata memiliki kinerja masing-masing. (Abasea City)

36. Penghujung malam yang semakin senyap dan dingin. Purnama bersinar nan ayu tepat ditengah-tengah ufuk jauh. Semuanya seolah menjadi satu kesatuan dalam titik kombinasi mesra. Semua yang ada di langit memuji dengan tulus-ikhlas pada Sang Pepcipta. Sementara yang di bumi, masih banyak yang tidak memahami suluk menuju Rabbi. (... Walakin aktsaruhun la ya'lamun, Abasea City)

37. Menjelang 00 25 2010 gereja-gereja kawasan Down Town riuh bak ikan-ikan kolam yang berebut makanan. Kawasan Matoriah pun sama, para pengikut Kipti sedang sibuk menyambut hari bersejarah yang mereka yakini. Sementara aku, hanya ingin menikmati ornamen langit yang semakin malam semakin indah. Desah gelombang angin dan hening gelombang suara menjadikan suasana menjadi semakin mesra. (Mathoriah City)

38. Filsafat Yunani berakhir seiring dengan pemikiran Socrates. Karekteristik filsafat pra-Sokratik pernah mencapai puncaknya dalam pemikiran Anaxagoras, lewat pandangannya bahwa "Menjadi (Becoming)" merupakan fenomena estetik. Dapat disimak dalam coretan Nietzsche (1873b), Philosophy in the Tragic Age of the Greeks. (Abasea City)

39. Esai-esai dalam bunga rampai Le Doeuff, Recherches sur L'Imaginaire Philosophique (1980) mendedah tulisan-tulisan Plato, Descartes, Kant, Galileo, Rousseau dsb., untuk menelusuri imaji-imaji yang mencuat pada masa penyusukan karya-karya tersebut. (Abasea City)

40. Cahayamu hanya merasuk dalam qalbu as-salim, teramat jelas sebenarnya antara yang suci dan batil. Ilmu semestinya tidak membuat resah dan gundah, itu karena banyak yang mengatakan bukan ilmu kepada klaim ilmu. (Madad, Taman Surga Sayidina Maulana Imam Husain RA.)

41. The Civilising Process membagi pembahasan menjadi dua volume besar. Pertama, membahas adat-istiadat Eropa Barat sejak akhir Abat Pertengahan sampai periode Victorian. Lainnya mengilustrasikan proses terbentuknya negara sejak Zaman Kegelapan. (Data-data Norbert Elias pada tahun 1939, Abasea City)

42. Buku Al-Shana'ah al-Shaghorah merupakan rangkuman ilmu kedokteran. Buku ini diintepretasi oleh Yahya al-Nahwi, kemudian diterjamahkan oleh Sergius of Resaina, Ibnu Sahda, Ayub al-Rahawi dan Hunein bin Ishaq. Serta disarah lagi oleh Ibnu Ridwan al-Mashri. (Serat-serat Gallinus, Abasea City)

43. Seolah-olah mimpi tapi nyata, perih campur girang serta bingung yang menyelimuti kepalaku. Gundah ini tentunya harus diadukan kepada Sayyidina Husain, nasehat sejut dalam bingkai Surga benar-benar telah merubah kering-panas menjadi sejuk-mesra bak sedia kala. Terima kasih ya Maulana wa Imamana, benar... semestinya saya tidak perlu membenci dan mencintai malam tadi. (Taman Surga)
44. Mukhtasharat Kutub Gallinus merupakan buku kedokteran yang di dalamnya ada ikhtisar buku-buku Gallinus. Di samping itu pula, Musa bin Maimun telah merangkum dua puluh satu karya Gallinus yang lain. (Maimonides, Abasea City)

45. Serpihan-serpihan cahaya langit membentang tepat di atas negeri seribu menara. Perlahan cahaya itu menelusup dalam jiwa-jiwa lara yang terselamatkan. Sesekali berkerlip dalam sapa, sesekali menghiasi angkasa, sesekali lantunkan Suara Surga hingga akhirnya terlelap dalam candu cinta kepada Sang Pemilik Jagad Raya. (Sahdu Malam, Nasr City)

46. Antara bangunan-bangunan yang bagus, ternyata ada juga bangunan yang buruk. Demikian halnya dengan hati, diantara hati-hati yang tsabit masih ada juga hati yang masih resah karena suara. Suara yang tidak lazim pada biasanya sedikit banyak menggoreskan huruf-huruf yang tidak dapat terbaca. Terima kasih karena telah membacakannya. (Malam-malam yang sepi, Abasea City)

47. Di saat kita duduk di pusat kota tua, lalu-lalang ukiran sejarah bertebaran di ufuk memori, sementara sinar rembulan tetap setia dengan senyum termanisnya, suara cinta kepadamu kami lantunkan dengan seksama, sesekali kita berpandang dalam lantunkan sujud dan cinta kepada sang Baginda Mustafa, karena ada hati-hati yang membara dan kekeh ingin tetap bersatu. (Kemesraan, Ramsis City)

48. Buku Al-Madkhal ila al-Mantiq tulisan Gallinus memberikan pengantar ilmu Mantiq (Logic). Buku ini terdiri dari satu maqalat dan sudah diterjamahkan oleh Hunain bin Ishaq (Bahasa Suryani) serta dalam Bahasa Arab oleh Hubeisy bin al-Hasan al-Damsyiqi atas anjuran Abu Ja'far Muhamad Musa bin Syakir. (Abasea City)

49. Sanah helwah ya gamil... Sanah helwah ya gamilah... Sanah helwah ya Maulana... Sanah helwah ya Imamana... Sanah helwah ya Sayyidana... Sanah helwah ya Habibana... Tahun baru ini saya hanya akan mengisi hatiku dengan cinta kepadamu dan cinta atas bimbinganmu. (New Year 2011, Abasea City)

50. Tahun baru di bumi terbaik, bumi yang mengajarkan sejuta rasa, bumi yang mengajarkan berjuta cinta, bumi yang mempertemukan dengan Murobbi al-Arwahina, bumi yang mendekatkan dengan Sang Habibana, bumi yang mengenalkan dengan Sang Sayyidana, bumi yang mengajarkan sejuta bahasa, bumi yang di dalamnya penuh cinta, bumi yang... . Sanah helwah ya Habibana, ya Imamana, ya Sayyidana, ya Maulana. (New Year 2011, Abasea City)

51. Sanah helwah kepada penghuni langit dan penghuni bumi, rasa cinta senantiasa kita satukan demi estetis Jagad Raya. Supaya indahnya pagi tetap dalam cinta-Nya, supaya romantisme malam tetap dalam cinta-Nya, supaya mentari bersinar tetap dalam cinta-Nya, supaya bulan tersenyum tetap dalam cinta-Nya, supaya para manusia mengetahui tujuan hidup dan tetap dalam cinta-Nya. (New Year 2011, Abasea City)

52. Fajar pagi yang mencoba menyajikan persembahan terbaik kepada semua hamba yang masih setia atas suluk Rabbi. Betapa Fajar Pagi sangat setia menemani setiap hamba dalam lalui tangga-tangga menuju bahagia-mesra. Fajar Pagi kali ini adalah Fajar istimewa karena karunia Rabbi masih berkenan memberi kesempatan untuk menggapai prestasi yang lebih tinggi. (New Year 2011, Abasea City)

53. Semuanya akan baik-baik saja. Langit tetap cerah dalam selimuti bumi, dinding-dinding salju di ufuk Barat, Timur, Selatan, Utara dan semua penjuru masih kokoh dalam menyangga langit. Walau beberapa kali tikus-tikus mencoba membuat pengkaburan dan menjejali faham-faham dhohiriyahnya, kami tetap tidak akan terpedaya, karena kami memiliki Murobbi sebenarnya Murobbi. (Ramsis City)

54. Sopan santun ucapan, tindak-tanduk dan dalam beriman adalah sangat penting. Orang yang tidak memiliki sopan santun, hendaknya kita biarkan saja karena memang bisanya seperti itu. Sudah pada tataran level doktoral tapi jika tanpa memiliki sopan santun tetap dikatakan sebagai orang yang gagal dalam belajar. (Kontemplasi, Giza City)

55. Cintamu mesra dan abadi bukan seperti cinta para manusia yang masih hub dunyawi. Ya Imamana ya Sayyidana bimbing hamba menuju Istana Cinta. (Nadrah wa Madad, Taman Surga Sayyidana Maulana Imam Husein Ra.)

56. Trip in night, sepi... Beberapa pekerja malam berebut waktu karena sudah hampir pada penghujung malam, aku tidak tahu persis tentang apa yang mereka pikirkan, bagiku semangat besarnya perlu untuk ditiru. (03.15 am, Ramsis City)

Read More

Wajah Baru Pendidikan di Abad Pengetahuan



Rata PenuhOleh: Nur Fadlan




Abad 21 adalah abad yang memiliki ciri beda dengan abad sebelumnya. Golongan pemerhati masa depan menganggapnya sebagai abad pengetahuan. Karena ilmu pengetahuan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan. Ciri khas abad ini adalah jika, tuntutan kehidupan menjadi lebih rumit dan menantang. Tentunya, abad ini menuntut wajah baru pada dunia pendidikan dan lapangan kerja. Revolusi perkembangan teknologi yang sangat pesat, perkembangan yang luar biasa dalam ilmu pengetahuan, psikologi dan transformasi nilai-nilai budaya berdampak pada perubahan cara pandang manusia terhadap manusia, cara pandang terhadap pendidikan, perubahan peran orang tua/guru/dosen, serta perubahan pola hubungan antar mereka. Sehingga perhatian utama pendidikan di abad 21 adalah untuk mempersiapkan hidup dan kerja bagi masyarakat (Trilling dan Hood, 1999).
Sebagai mahasiswa yang berdomisili di luar negeri, tentunya kita bisa melihat secara lebih jernih perihal kemerosotan Pendidikan Nasional. Untuk kesekian kalinya kurikulum dituding sebagai penyebabnya, terlihat dengan adanya upaya mengubah kurikulum Pendidikan Nasional. Mulai dari Kurikulum 1975 diganti dengan Kurikulum 1984, kemudian diganti lagi menjadi Kurikulum 1994 dan sekarang diganti dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pada dasarnya, kemerosotan pendidikan bukan diakibatkan oleh kurikulum tetapi oleh kurangnya profesionalisme guru/dosen dan keengganan belajar siswa.
Sehingga, kira-kira apa kontribusi kita dalam ikut serta membangun dan mencerdaskan bangsa? Tentunya sebagai masyarakat terdidik kita tidak sekedar diam melihat keadaan Pendidikan Nasional yang kurang mengikuti perkembangan abad pengetahuan. Untuk mengurai itu semua tentunya gambaran tentang pendidikan, gambaran pembelajaran serta pengembangan guru/dosen menjadi tiga titik penting yang kita jadikan target pembahasan.

* * *
Pendidikan: Butuhnya Format Baru
Ketika pengetahuan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan maka pendidikan di abad 21 memiliki beberapa kecenderungan; Dari masyarakat industri ke masyarakat informasi, dari teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi, dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia, dari perencanaan jangka pendek ke perencanaan jangka panjang, dari sentralisasi ke desentralisasi, dari bantuan institusional ke bantuan diri, dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatoris dan dari hierarki-hierarki ke penjaringan. Dari kecenderungan ini, berdampak terhadap dunia pendidikan yang meliputi aspek kurikulum, manajemen pendidikan, tenaga kependidikan, strategi dan metode pendidikan.
Sedangkan pendidikan di Indonesia di abad 21 mempunyai idealitas dengan karakteristik sebagai berikut: (1) Pendidikan nasional mempunyai tiga fungsi dasar yaitu; (a) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, (b) untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil dan ahli yang diperlukan dalam proses industrialisasi, (c) membina dan mengembangkan penguasaan berbagai cabang keahlian ilmu pengetahuan dan teknologi; (2) Sebagai negara kepulauan yang berbeda-beda suku, agama dan bahasa, pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer pengetahuan saja, akan tetapi mempunyai fungsi pelestarian kehidupan bangsa dalam suasana persatuan dan kesatuan nasional; (3) Dengan makin meningkatnya hasil pembangunan, mobilitas penduduk akan mempengaruhi corak Pendidikan Nasional; (4) Perubahan karakteristik keluarga baik fungsi maupun struktur, akan banyak menuntut pentingnya kerja sama berbagai lingkungan pendidikan dan dalam keluarga sebagai intinya; (5) Asas belajar sepanjang hayat harus menjadi landasan utama dalam mewujudkan pendidikan untuk mengimbangi tantangan perkembangan zaman; (6) Penggunaan berbagai inovasi Iptek terutama media elektronik, informatika dan komunikasi dalam berbagai kegiatan pendidikan; (7) Penyediaan perpustakaan dan sumber-sumber belajar sangat diperlukan dalam menunjang upaya pendidikan; (8) Publikasi dan penelitian dalam bidang pendidikan dan bidang lain yang terkait, merupakan suatu kebutuhan nyata bagi pendidikan di abad pengetahuan.
Dengan demikian, pendidikan di abad pengetahuan menuntut adanya manajemen pendidikan yang modern dan profesional. Sudah semestinya, lembaga-lembaga pendidikan mampu mewujudkan peranannya secara efektif dengan keunggulan dalam kepemimpinan, staf, proses belajar mengajar, pengembangan staf, kurikulum, tujuan dan harapan, iklim sekolah, penilaian diri, komunikasi, keterlibatan orang tua/masyarakat dan profesionalisme guru/dosen. Sehingga, pendidikan mempunyai peranan yang sangat strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki megaskills. Untuk itu, lembaga pendidikan dalam berbagai jenis dan jenjang memerlukan format ulang dalam perbaikan berbagai aspeknya.
Dalam memasuki abad 21, pendidikan mengalami pergeseran paradigma yang meliputi: Dari belajar terminal ke belajar sepanjang hayat, dari belajar berfokus penguasaan pengetahuan ke belajar holistik, dari citra hubungan guru-murid yang bersifat konfrontatif ke citra hubungan kemitraan, dari pengajar yang menekankan pengetahuan skolastik (akademik) ke penekanan keseimbangan fokus pendidikan nilai, dari kampanye melawan buta aksara ke kampanye melawan buat teknologi, budaya dan komputer, dari penampilan guru yang terisolasi ke penampilan dalam tim kerja dan dari konsentrasi eksklusif pada kompetisi ke orientasi kerja sama. Dari beberapa pergeseran ini, tampak bahwa pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan.

Gambaran Pembelajaran: Aplikasi Pola Abad Pengetahuan
Kegiatan pembelajaran yang terjadi sekarang masih kental dengan pola di abad industri. Pada abad pengetahuan pola yang digunakan tentunya berbeda dengan pada abad industri. Dalam hal ini, Galbreath (1999) mengemukakan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan pada abad pengetahuan adalah pendekatan campuran. Kolaborasi antara pendekatan belajar dari guru, belajar dari siswa lain dan belajar pada diri sendiri. Kegiatan pembelajaran di abad industri dan abad pengetahuan dapat dilihat pada Tabel berikut;

No Abad Industri Abad Pengetahuan
1 Guru/dosen sebagai pengarah Guru/dosen sebagai fasilitator, pembimbing dan konsultan
2 Guru/dosen sebagai sumber pengetahuan Guru/dosen sebagai kawan belajar
3 Belajar diarahkan oleh kuri-kulum. Belajar diarahkan oleh siswa-kulum.
4 Belajar dijadwalkan secara ketat degan waktu yang terbatas Belajar secara terbuka, degan waktu yang fleksibel sesuai dengan keperluan
5 Terutama didasarkan pada fakta Terutama berdasarkan proyek dan masalah
6 Bersifat teoritik, prinsip-prinsip dan survei Dunia nyata dan refleksi prinsip dan survei
7 Pengulangan dan latihan Penyelidikan dan perancangan
8 Aturan dan prosedur Penemuan dan penciptaan
9 Kompetitif Kolaboratif
10 Berfokus pada kelas Berfokus pada masyarakat
11 Hasilnya ditentukan sebelumnya Hasilnya terbuka
12 Mengikuti norma Keanekaragaman dan kreatif
13 Komputer sebagai subyek belajar Komputer sebagai peralatan belajar
14 Presentasi dangan media statis Interaksi multi media yang dinamis
15 Komunikasi sebatas ruang kelas Komunikasi tidak terbatas ke seluruh dunia
16 Tes diukur dengan norma Unjuk kerja diukur oleh pakar, penasehat, kawan sebaya dan diri sendiri

Dari tabel di atas ada beberapa benang merah; pertama, pada abad industri banyak dijumpai belajar melalui fakta, drill dan praktek serta menggunakan prosedur-prosedur. Sedangkan di abad pengetahuan, pola belajar melalui proyek-proyek dan permasalahan-permasalahan, inkuiri dan desain serta menemukan dan penciptaan. Kedua, alangkah susahnya mencapai reformasi yang sistemik, karena jika pola lama masih dominan, dampak reformasi cenderung akan ditelan oleh pengaruh pola lama. Ketiga, meskipun telah dinyatakan sebagai polaritas, perbedaan praktik pembelajaran Abad Pengetahuan dan Abad Industri dianggap sebagai suatu kontinum. Meskipun sekarang dimungkinkan banyak contoh praktek di Abad Industri yang "murni" dan jauh lebih sedikit contoh lingkungan pembelajaran di Abad Pengetahuan yang "murni", besar kemungkinannya menemukan metode persilangan perpaduan antara metode di Abad Pengetahuan dan metode di Abad Industri. Tidak berarti dalam melakukan reformasi pembelajaran, pola lama tidak sepenuhnya hilang, namun hanya digunakan kurang lebih jarang dibanding pola-pola baru. Keempat, praktek pembelajaran di Abad Pengetahuan lebih sesuai dengan teori belajar modern. Melalui penggunaan prinsip-prinsip belajar berorientasi pada proyek dan permasalahan sampai aktivitas kolaboratif dan difokuskan pada masyarakat, belajar kontekstual yang didasarkan pada dunia nyata dalam konteks ke peningkatan perhatian pada tindakan-tindakan atas dorongan pembelajar sendiri. Kelima, Pada Abad Pengetahuan tampaknya praktek pembelajaran tergantung pada piranti-piranti pengetahuan modern yakni komputer dan telekomunikasi, namun sebagian besar karakteristik Abad Pengetahuan bisa dicapai tanpa memanfaatkan piranti modern. Meskipun teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan katalis yang penting yang membawa kita pada metode belajar Abad Pengetahuan. Perlu menjadi cetak biru, bahwa yang membedakan pola-pola tersebut adalah pelaksanaan dan hasilnya bukan alatnya.

Pengembangan Profesionalisme Guru/Dosen: Signifikansi Penentu
Untuk mencapai profesionalisme tentunya penekanan terhadap penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan manajemen dan strategi penerapannya. Dalam hal ini, Maister (1997) mengemukakan bahwa profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap pengembangan.
Kuwalitas guru/dosen di Indonesia memang belum bisa kita sejajarkan dengan guru/dosen yang ada di Amerika Serika. Di Amerika Serikat pengembangan profesional guru/dosen harus memenuhi standar sebagaimana yang dikemukakan Stiles dan Horsley (1998) dan NRC (1996) bahwa ada beberapa standar pengembangan profesi guru/dosen yaitu; Pertama, Standar pengembangan profesi A adalah pengembangan profesi untuk para guru/dosen sains memerlukan pembelajaran isi sains yang diperlukan melalui perspektif-perspektif dan metode-metode inquiri. Para guru/dosen dalam sketsa ini melalui sebuah proses observasi fenomena alam, membuat penjelasan-penjelasan dan menguji penjelasan-penjelasan tersebut berdasarkan fenomena alam. Kedua, standar pengembangan profesi B adalah pengembangan profesi untuk guru/dosen sains memerlukan pengintegrasian pengetahuan sains, pembelajaran, pendidikan dan siswa, juga menerapkan pengetahuan tersebut ke pengajaran sains. Pada guru/dosen yang efektif tidak hanya tahu sains namun mereka juga tahu bagaimana mengajarkannya. Guru/dosen yang efektif dapat memahami bagaimana siswa mempelajari konsep-konsep yang penting, konsep-konsep apa yang mampu dipahami siswa pada tahap-tahap pengembangan, profesi yang berbeda, dan pengalaman, contoh dan representasi apa yang bisa membantu siswa belajar. Ketiga, standar pengembangan profesi C adalah pengembangan profesi untuk para guru/dosen sains memerlukan pembentukan pemahaman dan kemampuan untuk pembelajaran sepanjang masa. Guru/dosen yang baik biasanya tahu bahwa dengan memilih profesi guru/dosen, mereka telah berkomitmen untuk belajar sepanjang masa. Pengetahuan baru selalu dihasilkan sehingga guru/dosen berkesempatan terus untuk belajar. Keempat, standar pengembangan profesi D adalah program-program profesi untuk guru/dosen sains harus koheren dan terpadu. Standar ini dimaksudkan untuk menangkal kecenderungan kesempatan-kesempatan pengembangan profesi terfragmentasi dan tidak ada lanjutannya.
Selain memiliki standar profesional guru/dosen, di Amerika Serikat sebagaimana diuraikan dalam jurnal Educational Leadership 1993 dijelaskan bahwa untuk menjadi profesional seorang guru/dosen dituntut untuk memiliki lima hal: Pertama, guru/dosen mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Kedua, guru/dosen menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa. Ketiga, guru/dosen bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi. Keempat, guru/dosen mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. Kelima, guru/dosen seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.
Dalam opini Arifin (2000) mengemukakan bahwa guru/dosen Indonesia yang profesional dipersyaratkan mempunyai; Pertama, dasar ilmu yang kuat sebagai pengejawantahan terhadap masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan di abad 21. Kedua, penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praksis pendidikan yaitu ilmu pendidikan sebagai ilmu praksis bukan hanya merupakan konsep-konsep belaka. Pendidikan merupakan proses yang terjadi di lapangan dan bersifat ilmiah, serta riset pendidikan hendaknya diarahkan pada praksis pendidikan masyarakat Indonesia. Ketiga, pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan, profesi guru/dosen merupakan profesi yang berkembang terus menerus dan berkesinambungan. Kekerdilan profesi guru/dosen dan ilmu pendidikan disebabkan terputusnya program pre-service dan in-service karena pertimbangan birokratis yang kolot atau manajemen pendidikan yang kurang memadai.
Persyaratan profesionalisme guru/dosen ini, perlu adanya paradigma baru untuk melahirkan profil guru/dosen Indonesia yang profesional di abad 21 yaitu; Pertama, memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. Kedua, penguasaan ilmu yang kuat. Ketiga, keterampilan untuk membangkitkan peserta didik kepada sains dan teknologi. Keempat, pengembangan profesi secara berkesinambungan. Kelima, hubungan erat antara perguruan tinggi dengan pembinaan SLTA. Keenam, meningkatkan bentuk rekrutmen calon guru/dosen. Ketujuh, program penataran yang dikaitkan dengan praktik lapangan. Kedelapan, meningkatkan mutu pendidikan calon pendidik. Kesembilan, pelaksanaan supervisi. Kesepuluh, peningkatan mutu manajemen pendidikan berdasarkan Total Quality Management (TQM). Kesebelas, melibatkan peran serta masyarakat berdasarkan konsep linc and match. Kedua belas, pemberdayaan buku teks dan alat-alat pendidikan penunjang. Ketiga belas, pengakuan masyarakat terhadap profesi guru/dosen. Keempat belas, perlunya pengukuhan program Akta Mengajar melalui peraturan perundangan. Dan kelima belas kompetisi profesional yang positif dengan pemberian kesejahteraan yang layak dan memadai.
Tentunya, apabila syarat-syarat profesionalisme guru/dosen terpenuhi maka akan mengubah peran guru/dosen yang tadinya pasif menjadi guru yang kreatif dan dinamis. Seperti pendapatnya Semiawan (1991) bahwa pemenuhan persyaratan guru/dosen profesional akan mengubah peran guru/dosen yang semula sebagai orator yang verbalistis menjadi berkekuatan dinamis dalam menciptakan suatu suasana dan lingkungan belajar yang invitation learning environment. Sehingga, dalam peningkatan mutu pendidikan, guru memiliki multi fungsi yaitu sebagai fasilitator, motivator, informator, komunikator, transformator, change agent, inovator, konselor, administrator dan evaluator.
Perhatian global mengarah pada pengembangan profesionalisme guru/dosen, karena guru/dosen memiliki tugas dan peran bukan hanya memberikan informasi-informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga membentuk sikap dan jiwa yang mampu bertahan dalam era hiperkompetisi. Tugas utama guru/dosen adalah membantu peserta didik agar mampu melakukan adaptasi terhadap berbagai tantangan kehidupan serta desakan yang berkembang. Pemberdayaan peserta didik meliputi aspek-aspek kepribadian terutama aspek intelektual, sosial, emosional dan keterampilan. Tugas mulia itu menjadi berat karena bukan saja guru harus mempersiapkan generasi muda memasuki abad pengetahuan, melainkan harus mempersiapkan diri agar tetap eksis, baik sebagai individu maupun sebagai profesional.
* * *

Turunnya kuwalitas Pendidikan Nasional bukan diakibatkan oleh kurikulum tetapi oleh kurangnya kemampuan profesionalisme guru/dosen dan keengganan belajar siswa/mahasiswa. Profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap pengembangan. Peran dan tugas guru/dosen sebagai salah satu faktor determinan bagi keberhasilan pendidikan, maka keberadaan dan peningkatan profesi guru/dosen menjadi wacana yang sangat penting.
Keengganan siswa dalam belajar, tentunya diakibatkan oleh pola yang kurang koheren antara kebutuhan siswa beserta lingkungannya dengan sistem dan keadaan pembelajaran itu sendiri. Abad Pengetahuan memiliki ciri yang berbeda dengan abad sebelumnya, sehingga pola yang digunaklan pun hendaknya seperti yang hibutuhkan siswa/mahasiswa terhadap lingkungan.
Tidak ada kata terlambat, dan sifat paling bijak dalam melangkah adalah; mulai dari diri kita sendiri, dari yang sekecil-kecilnya dan dari sekarang. []

* * *
Daftar Pustaka

1) Akadum. 1999. Potret Guru Memasuki Milenium Ketiga. Suara Pembaharuan. (Online) (http://www.suara pembaharuan.com/News/1999/01/220199/OpEd, diakses 7 Juni 2001). Hlm. 1-2.
2) Arifin, I. 2000. Profesionalisme Guru: Analisis Wacana Reformasi Pendidikan dalam Era Globalisasi. Simposium Nasional Pendidikan di Universitas Muhamadiyah Malang, 25-26 Juli 2001.
3) Dahrin, D. 2000. Memperbaiki Kinerja Pendidikan Nasional Secara Komprehensip: Transformasi Pendidikan. Komunitas, Forum Rektor Indonesia. Vol.1 No. Hlm 24.
4) Degeng, N.S. 1999. Paradigma Baru Pendidikan Memasuki Era Desentralisasi dan Demokrasi. Jurnal Getengkali Edisi 6 Tahun III 1999/2000. Hlm. 2-9.
5) Galbreath, J. 1999. Preparing the 21st Century Worker: The Link Between Computer-Based Technology and Future Skill Sets. Educational Technology Nopember-Desember 1999. Hlm. 14-22.
6) Hadiwiryo, Siswanto Sastro. 2003. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, Pendekatan Adsministratif dan Operasional. Cetakan kedua, Bumi Aksara. Jakarta.
7) Handoko, Hani. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. edisi kedua, BPFE, Yogyakarta.
8) Maister, DH. 1997. True Professionalism. New York: The Free Press.
9) Makagiansar, M. 1996. Shift in Global paradigma and The Teacher of Tomorrow, 17th. Convention of the Asean Council of Teachers (ACT); 5-8 Desember, 1996, Republic of Singapore.
10) Musanef. 1983. Manajemen Kepegawaian di Indonesia. Haji Masagung, Jakarta.
11) Naisbitt, J. 1995. Megatrend Asia: Delapan Megatrend Asia yang Mengubah Dunia, (Alih bahasa oleh Danan Triyatmoko dan Wandi S. Brata): Jakarta: Gramdeia.
12) Nasanius, Y. 1998. Kemerosotan Pendidikan Kita: Guru dan Siswa Yang Berperan Besar, Bukan Kurikulum. Suara Pembaharuan. (Online) (http://www.suara pembaharuan.com/News/1998/08/230898, diakses 7 Juni 2001). Hlm. 1-2.
13) Niti semito, Alex. 1996. Manajemen Personalia. Ghalia Indonesia, Jakarta.
14) NRC. 1996. Standar for Professional Development for Teacher Sains. Hlm. 59-70
15) Pantiwati, Y. 2001. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). Makalah Dipresentasikan. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Hlm.1-12.
16) Journal PAT. 2001. Teacher in England and Wales. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. April/Mei 2001. (Online) (http://members. aol.com/PTRFWEB/journal1040.html, diakses 7 Juni 2001)
17) Semiawan, C.R. 1991. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad XXI. Jakarta: Grasindo.
18) Simamora, Henry. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. STIE YKPN, Yogyakarta.
19) Stiles, K.E. dan Loucks-Horsley, S. 1998. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. The Science Teacher. September 1998. hlm. 46-49).
20) Steer, Richard, M dan Porter, L.W. 1975. Motivation and Work Behavior. McGraw-Hill, Inc, New York.
21) Sumargi. 1996. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. Suara Guru No. 3-4/1996. Hlm. 9-11.
22) Supratikno,Hendrawan, dkk. 2006. Manajemen Kinerja untuk Menciptakan Keunggulan Bersaing. Graha Ilmu, Yogyakarta.
23) Supriadi, D. 1998. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Jakarta: Depdikbud.
24) Surya, H.M. 1998. Peningkatan Profesionalisme Guru Menghadapi Pendidikan Abad ke-21n (I); Organisasi & Profesi. Suara Guru No. 7/1998. Hlm. 15-17.
25) Tilaar, H.A.R. 1999. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional Dalam Perspektif Abad 21. Magelang: Indonesia Tera.
26) Trilling, B. dan Hood, P. 1999. Learning, Technology, and Education Reform in the Knowledge Age or "We're Wired, Webbed, and Windowed, Now What"? Educational Technology may-June 1999. Hlm. 5-18.
27) -------------------, 2005. Undang-Undang Guru dan Dosen. Sinar Grafika, Jakarta.
28) -------------------, 2008. Suara Merdeka. Semarang.

Read More